Diperbarui: 1 Sep
SERIBU kata mungkin takkan cukup untuk menggambarkan horor di Polandia pada 13 September 1939. Namun, satu gambar saja sudah berbicara ribuan makna. Julien Bryan percaya itu. Sambil menahan pedih sejauh mata memandang di sebuah perkebunan kentang di pinggiran Warsawa, Bryan susah payah menekan nuraninya untuk membuka lensa kameranya.
Di perkebunan dekat Jalan Ostroroga itu, mata Bryan menangkap sesosok jasad wanita. Darah kental mengucur dari dadanya. Sementara gadis cilik di sampingnya histeris tak tahu harus berbuat apa selain mencoba membangunkannya. Tangisnya begitu menusuk hati Bryan.
Bryan insyaf tragedi semacam itu akan jadi pesan sangat kuat untuk para pemimpin di dunia Barat agar bertindak lebih dari sekadar menyatakan perang terhadap Jermannya Adolf Hitler. Sambil menguatkan hatinya, Bryan pun mengarahkan lensa kamera Leica-nya ke arah mereka.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















