top of page

Horor Warsawa dari Mata Lensa Pewarta

Terjebak dalam kekacauan invasi Jerman saat berkunjung ke Warsawa, fotografer Amerika bertaruh nyawa demi membuka mata dunia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Julien Hequembourg Bryan, satu-satunya pewarta asing di Warsawa, tengah menenangkan gadis malang korban pengeboman Nazi Jerman. (ushmm.org).

4 Sep 2020
6 menit membaca

Diperbarui: 1 Sep

SERIBU kata mungkin takkan cukup untuk menggambarkan horor di Polandia pada 13 September 1939. Namun, satu gambar saja sudah berbicara ribuan makna. Julien Bryan percaya itu. Sambil menahan pedih sejauh mata memandang di sebuah perkebunan kentang di pinggiran Warsawa, Bryan susah payah menekan nuraninya untuk membuka lensa kameranya.


Di perkebunan dekat Jalan Ostroroga itu, mata Bryan menangkap sesosok jasad wanita. Darah kental mengucur dari dadanya. Sementara gadis cilik di sampingnya histeris tak tahu harus berbuat apa selain mencoba membangunkannya. Tangisnya begitu menusuk hati Bryan.


Bryan insyaf tragedi semacam itu akan jadi pesan sangat kuat untuk para pemimpin di dunia Barat agar bertindak lebih dari sekadar menyatakan perang terhadap Jermannya Adolf Hitler. Sambil menguatkan hatinya, Bryan pun mengarahkan lensa kamera Leica-nya ke arah mereka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Kisah-kisah unik cabang menembak di Olimpiade. Dari menembak merpati sampai duel ala Koboi.
Kisah-kisah unik cabang menembak di Olimpiade. Dari menembak merpati sampai duel ala Koboi.
transparant.png
bottom of page