top of page

Hermann Goering, Sang Tiran Angkasa Nazi Jerman

Jago udara Jerman yang jadi penjarah benda seni. Marsekal Goering sering bantu adiknya yang seorang aktivis anti-Nazi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Reichsmarschall Hermann Wilhelm Goering, orang nomor dua dalam rezim Jerman-Nazi setelah Adolf Hitler. (Bundesarchiv).

  • 21 Jun 2020
  • 7 menit membaca

Diperbarui: 21 Apr

HARI-hari kejayaan Reich Ketiga Nazi sudah berlalu. Tetapi gestur Hermann Goering (dalam bahasa Jerman ditulis Göring) menampakkan seolah tak terjadi satu hal apapun. Di hari yang cerah itu, 16 Mei 1945, di bawah pohon rindang Goering dengan seragam kebanggaannya duduk di hadapan sejumlah wartawan Inggris dan Amerika Serikat di Augsburg.


Setelah menyerahkan diri ke pasukan Amerika Serikat di akhir Perang Dunia II, Goering masih membanggakan diri sebagai pemimpin Jerman yang sah pengganti Adolf Hitler. Dengan santai Goering melayani setiap pertanyaan yang terlontar di sesi konferensi pers, beberapa bulan sebelum ia diajukan ke Pengadilan Nürnberg, pengadilan penjahat perang yang digelar Sekutu, 20 November 1945-1 Oktober 1946.


“Apakah Anda tahu bahwa Anda masuk dalam daftar penjahat perang?” tanya seorang wartawan, dikutip Ann dan John Tulsa dalam The Nuremberg Trial.


“Tidak. Pertanyaan itu sangat mengejutkan saya karena saya tak bisa bayangkan alasan kenapa saya harus dimasukkan daftar itu,” jawab Goering.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo melanjutkan pendidikan ke Belanda. Dia berjejaring dengan orang-orang dari berbagai negara dalam gerakan melawan imperialisme dan kolonialisme.
bg-gray.jpg
Taklik talak dalam buku nikah pada mulanya tak digubris. Sempat dituduh hendak mengubah hukum Islam.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah menjadi menteri perempuan pertama dalam sejarah Indonesia. Mengurus diplomasi, buruh, sampai bedak dan gincu.
Ini bukan zaman Siti Nurbaya. Tapi jika kesulitan mencari pasangan, tak ada salahnya melirik biro jodoh.
Ini bukan zaman Siti Nurbaya. Tapi jika kesulitan mencari pasangan, tak ada salahnya melirik biro jodoh.
Lorong Zaman Pamer
Lorong Zaman Pamer
Perjuangan petani Kendeng menambah deretan perjuangan perempuan di Pantai Utara Jawa.
Perjuangan petani Kendeng menambah deretan perjuangan perempuan di Pantai Utara Jawa.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Witan Sulaeman mengadu nasib di Serbia, negeri Eropa Timur yang sarat sejarah sepakbola edan.
Witan Sulaeman mengadu nasib di Serbia, negeri Eropa Timur yang sarat sejarah sepakbola edan.
Berhasrat membalas dendam dan mewujudkan tuntutan, sekelompok aktivis garis keras Armenia mengebom bandara di Paris.
Berhasrat membalas dendam dan mewujudkan tuntutan, sekelompok aktivis garis keras Armenia mengebom bandara di Paris.
transparant.png
bottom of page