top of page

Halt Order dari Hitler Mencegah Sekutu Musnah di Dunkirk

Keberhasilan evakuasi ratusan ribu serdadu Sekutu di Dunkirk karena Hitler mengeluarkan perintah menahan serangan. Ini yang dilupakan Christopher Nolan dalam film terbarunya, Dunkirk.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Dunkirk. (Imperial War Museum).

31 Jul 2017
3 menit membaca

Diperbarui: 10 Apr

SEJAK 22 Mei 1940, Jenderal Heinz Guderian, komandan Divisi Panser ke-10 Angkatan Darat (AD) Nazi-Jerman, gencar menguber ratusan ribu tentara Sekutu sampai ke Dunkirk di utara Prancis. Namun, Adolf Hitler mengeluarkan Halt Order alias perintah menahan serangan. Hitler melarang mesin-mesin perangnya terus menerobos ke pesisir Dunkirk untuk menghabisi sekira 300 ribu tentara Sekutu.


Menurut P.K. Ojong dalam Perang Eropa: Jilid I, keputusan Hitler itu bersifat politis. Hitler memerintahkan menahan serangan ke Dunkirk dan membiarkan Sekutu mengevakuasi ratusan ribu serdadunya ke Inggris, demi bisa berdamai dengan Inggris.


“Hitler menganggap bangsa Inggris sebangsa (sesama ras Germanic). Ini berarti Hitler merasa lebih dekat dengan Inggris daripada dengan Rusia, bangsa Slavonic yang dipandang rendah. Hitler membiarkan Inggris lolos di Dunkirk supaya Inggris tak kehilangan muka dan lebih bersedia damai dengan Hitler,” tulis Ojong.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page