top of page

Erwin Rommel Si Rubah Gurun

Perwira yang dikagumi musuh sekaligus favorit rakyat Jerman. Mati dalam sepi setelah dipaksa Hitler bunuh diri.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Generaldfeldmarschall Johannes Erwin Eugen Rommel, perwira flamboyan Nazi Jerman yang dikagumi kawan maupun lawan (Foto: Library of Congress/Bundesarchiv)

  • 24 Apr 2020
  • 7 menit membaca

Diperbarui: 20 Mei

LANGIT yang menaungi kawasan Herrlingen di kota Blaustein, Jerman, belum juga terang di pagi 14 Oktober 1944. Tetapi Generaldfeldmarschall Erwin Rommel sudah beranjak dari tempat tidurnya.


Ia harus segera menyambut hari untuk menghabiskan quality time terakhirnya dengan maksimal bersama istrinya Lucia Maria Mollin, putranya Manfred, dan sohib terbaiknya yang sudah dikenalnya sejak Perang Dunia I Kapten Hermann Aldinger. Marsekal yang paling dicintai dan dipuja rakyat dan prajurit Jerman itu sejak beberapa hari belakangan mesti “dirumahkan” akibat cedera di kepalanya usai diserang bom pesawat Sekutu di front barat.


Selepas sarapan bersama istri dan putranya, Rommel menanti dua jenderal dari Berlin yang bakal mampir di siang hari. Rommel siap menyambutnya dengan busana kebanggaannya, seragam Deutsches Afrika Korps (DAK), unit yang paling dibanggakannya dalam kampanye Afrika Utara (Juni 1940-Mei 1943).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo melanjutkan pendidikan ke Belanda. Dia berjejaring dengan orang-orang dari berbagai negara dalam gerakan melawan imperialisme dan kolonialisme.
bg-gray.jpg
Taklik talak dalam buku nikah pada mulanya tak digubris. Sempat dituduh hendak mengubah hukum Islam.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah menjadi menteri perempuan pertama dalam sejarah Indonesia. Mengurus diplomasi, buruh, sampai bedak dan gincu.
Ini bukan zaman Siti Nurbaya. Tapi jika kesulitan mencari pasangan, tak ada salahnya melirik biro jodoh.
Ini bukan zaman Siti Nurbaya. Tapi jika kesulitan mencari pasangan, tak ada salahnya melirik biro jodoh.
Lorong Zaman Pamer
Lorong Zaman Pamer
Perjuangan petani Kendeng menambah deretan perjuangan perempuan di Pantai Utara Jawa.
Perjuangan petani Kendeng menambah deretan perjuangan perempuan di Pantai Utara Jawa.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Witan Sulaeman mengadu nasib di Serbia, negeri Eropa Timur yang sarat sejarah sepakbola edan.
Witan Sulaeman mengadu nasib di Serbia, negeri Eropa Timur yang sarat sejarah sepakbola edan.
Berhasrat membalas dendam dan mewujudkan tuntutan, sekelompok aktivis garis keras Armenia mengebom bandara di Paris.
Berhasrat membalas dendam dan mewujudkan tuntutan, sekelompok aktivis garis keras Armenia mengebom bandara di Paris.
transparant.png
bottom of page