top of page

Duel Preman Medan Zaman Perang Kemerdekaan

Para jagoan revolusi unjuk kekuatan. Lewat adu jotos satu lawan satu, yang kalah menjadi pengikut yang menang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi duel preman Medan antara Amat Boyan vs Sibarani di zaman revolusi. Ilustrasi oleh Betaria/Historia.

10 Des 2020
2 menit membaca

Diperbarui: 22 Mei

RAWAN. Kata itu menggambarkan keadaan keamanan di kota Medan pada zaman revolusi. Pemerintah Republik Indonesia (RI) kala itu memang belum mantap. Koordinasi antara pusat dengan daerah masih kacau. Sementara kekuasaan tentara Jepang maupun tentara Sekutu tidak dihiraukan orang lagi.


Walhasil gerombolan bandit merajalela di sepenjuru kota. Praktik kriminalitas seperti perampokan dan pencopetan seolah tidak terbendung. Dalam situasi penuh ketidakjelasan itu, tersebutlah nama salah satu pentolan preman Medan bernama Amat Boyan.


“Amat Boyan, salah seorang residivis yang amat bengal, ‘king’ daripada para penjahat di kota Medan kala itu,” demikian diungkapkan Biro Sejarah Prima dalam Medan Area Mengisi Proklamasi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
transparant.png
bottom of page