- 27 Sep 2019
- 3 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
PADA 1 April 1994, Brigjen TNI Slamet Singgih dilantik menjadi Dansat Intel BIA (Komandan Kesatuan Intel Badan Intelijen ABRI) menggantikan Brigjen TNI Farid Zainudin. Dia kemudian ditelepon Pak Catim dari Dara yang menyampaikan bahwa Jenderal TNI (Purn.) Benny Moerdani ingin berkenalan dengan Dansat BIA yang baru.
Slamet agak kaget dan mempertanyakan apakah benar Benny ingin berkenalan dengannya. Dalam karier militernya, dia tiga kali melihat Benny, yaitu ketika masih menjadi taruna AMN (Akademi Militer Nasional) di magelang, ketika menjabat Komandan Kodim di Bangka yang menerima pengarahan di markas Kodam IV/Sriwijaya, dan waktu mengikuti kursus reguler Lemhanas tahun 1992.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












