top of page

Daging Kucing dalam Perang Kemerdekaan

Saat revolusi kemerdekaan, makan daging kucing bukan hal yang asing. Motivasinya beraneka ragam: kelaparan hingga untuk meningkatkan daya tempur.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kucing. (Fernando Randy/Historia.ID).

30 Jul 2019
2 menit membaca

Diperbarui: 13 Agu

BEBERAPA waktu lalu, jagad dunia maya dihebohkan dengan viral video seorang lelaki paruh baya memakan hidup-hidup seekor kucing di Pasar Jiung Kemayoran, Jakarta Pusat. Kejadian ini langsung direspon oleh pihak kepolisian setempat.


"Jadi setelah itu viral kan saya langsung koordinasi dan perintahkan anggota. Termasuk saya nyariin yang bersangkutan. Cuma yang bersangkutan sudah tidak ada," kata Kapolsek Kemayoran Kompol Syaiful Anwarsaat dikonfirmasi oleh Kumparan, Senin (29/7).Hingga kini, polisi tengah menyelidiki kasus tersebut.


Mengkosumsi daging kucing sejatinya pernah dilakukan oleh para pejuang kita di era Perang Kemerdekaan (1945-1949).  Setidaknya itu yang pernah dikisahkan oleh Itoh (92), seorang eks petugas dapur umum di wilayah Bandung Selatan, kepada saya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
transparant.png
bottom of page