top of page

Cerita Sedih dari Bukittinggi

Bagaimana orang-orang Minang menuturkan kejamnya perang saudara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jam Gadang di Bukittinggi, tempat ekseskusi mati 187 orang yang dituduh pro PRRI pada 1958. (Foto: Tatan Agus RST)

17 Jun 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 12 Agu

BUKITTINGGI, 2008. Pagi baru saja menyeruak, ketika Sutan Iskandar berdiri mematung tepat di bawah Jam Gadang. Matanya seolah menyapu pemandangan sekeliling. Angin bulan Desember berdesir lembut, mengarahkan hawa sejuk pegunungan ke pori-pori tubuh. Dalam wajah sendu dan bibir agak gemetar, mulut Iskandar nampak komat-kamit membaca sebait doa.


“Semoga ninik mamak kita yang sudah berpulang dan menjadi korban perang saudara di masa lalu diterima di haribaan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Amiiinnn…” ujarnya, nyaris tak terdengar.


Sutan Iskandar masih berusia 12 tahun ketika kejadian itu berlangsung. Dengan mata kepalanya sendiri, dia menyaksikan tentara-tentara pusat (sebutan orang-orang Minang saat itu kepada tentara pemerintahan Sukarno) menggiring ratusan orang dalam kelompok-kelompok kecil ke sekitar monumen Jam Gadang. Mereka mayoritas adalah laki-laki.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
Aktor kawakan yang mencintai akting dan bisbol. Dikagumi Elvis Presley hingga jadi “anak emas” Walt Disney.
Aktor kawakan yang mencintai akting dan bisbol. Dikagumi Elvis Presley hingga jadi “anak emas” Walt Disney.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Beda zaman, beda lagi jiwanya. Begitu pula dengan kesantunan dalam berpolitik.
Beda zaman, beda lagi jiwanya. Begitu pula dengan kesantunan dalam berpolitik.
Ketika pemerintah Hindia Belanda tak mampu menghadapi gelombang pandemi Flu Spanyol secara menyeluruh, para sinshe muncul sebagai penyelamat.
Ketika pemerintah Hindia Belanda tak mampu menghadapi gelombang pandemi Flu Spanyol secara menyeluruh, para sinshe muncul sebagai penyelamat.
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
transparant.png
bottom of page