top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Celana Dalam Al-Baghdadi dan Kahar Muzakkar

Kematian pemimpin ISIS dan DI/TII dipastikan dengan celana dalamnya.

3 Nov 2019

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin ISIS, pada 2014. (bbc.com).

  • 3 Nov 2019
  • 3 menit membaca

SAAT disergap pasukan Amerika Serikat pada 27 Oktober 2019, Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin ISIS, melarikan diri ke terowongan. Dia meledakkan dirinya yang juga menewaskan tiga anaknya. Tes DNA pada sisa tubuhnya memastikan kematian Al-Baghdadi. Setelah disalatkan, sisa tubuhnya dilarung ke laut seperti pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden, pada 2011.


Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecilkan peran pasukan Kurdi, Kekuatan Demokratik Suriah (SDF), dalam operasi itu. Trump menyebut Kurdi memberikan informasi yang membantu, namun sama sekali tidak melakukan peran militer.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page