top of page

Bung Karno Meminta Sukarelawan Berenang hingga Irian

Bagaimana kaum politisi sipil angkat bicara soal operasi militer dalam kampanye pembebasan Irian Barat.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 30 Mei 2021
  • 3 menit membaca

Publik tanah air geger kala berita tenggelamnya KRI Matjan Tutul di Laut Arafuru tersiar. Seruan untuk membalas aksi militer Belanda pun meluas. Tidak terkecuali suara dari kalangan politisi sipil. Menteri Pertahanan dan Keamanan Jenderal Abdul Haris Nasution mesti bersabar mendengar ocehan mereka.


“Pernah Menteri Luar Negeri Soebandrio mendesak untuk mentorpedo satu destroyer Belanda,” kenang Nasution dalam memoari Memenuhi Panggilan Tugas Jilid 5: Kenangan Masa Orde Lama. Kata Soebandrio, “Itu cukup untuk menggerakan aksi diplomat yang berhasil.”


Menurut Nasution, Angkatan Perang Indonesia saat itu belum waktunya melancarkan pukulan-pukulan militer. Jenderal asal Mandailing ini memperhitungkan Belanda akan memukul balik terhadap pangkalan militer Indonesia di Maluku dan Sulawesi. Tindakan gegabah demikian malah dapat mengacaukan persiapan invasi yang sedang dirancang pimpinan Operasi Mandala.


Kendati demikian, desakan kalangan sipil untuk melancarkan ofensif rupanya makin kuat. Suasana itu sepertinya ikut memantik Presiden Sukarno untuk segera menghajar Belanda. Hingga sekali waktu, Bung Karno mengumpulkan sejumlah jenderal senior dan para menteri.

Atmadji Sumarkidjo dalam Mission Accomplished: Misi Pendaratan Pasukan Khusus oleh Kapal Selam RI Tjandrasa mencatat pertemuan tersebut berlangsung pada 21 Februari 1962. Selain Bung Karno, turut hadir juga Menteri Pertama Ir. Djuanda Kartawidjaja, Menteri Luar Negeri Soebandrio, Menteri Penerangan Muhammad Yamin, Jenderal Nasution, Kepala Staf KOTI Mayjen Achmad Yani, dan Panglima Komando Mandala Mayjen Soeharto. Bung Karno langsung memberondong Soeharto dengan serangkaian pertanyaan.


“Mulai kapan inflitrasi besar-besaran itu bisa dilanjutkan? Kita penuhi Irian dengan dengan gerilyawan kita!” seru Bung Karno. Soeharto mengatakan secepatnya misi itu akan dilakukan. Sambil menujuk ke peta, Soeharto menjelaskan agar pasukan harus dikonsentrasikan terlebih dahulu di pulau-pulau kecil di sekitar kepala burung.


“Kalau begitu angkut segera sebanyak-banyaknya,” kata Sukarno.


“Angkutannya, Pak,” jawab Soeharto sambil melirik ke arah Nasution.


“Kita akan gunakan juga kapal-kapal pengangkut umum. Tidak usah tunggu yang masih didatangkan dari Rusia,” Djuanda memberi masukan.


“Betul, Pak Djuanda, tapi pengorganisasian armada ini masih sedang berjalan,” Nasution menyanggah.


Bung Karno menyetujui gagasan Djuanda agar selekas mungkin pasukan didaratkan ke Irian. “Kalau perlu, semua ramai-ramai akan aku perintahkan untuk berenang saja ke Irian,” ujar Bung Karno dengan penuh semangat.


Nasution dalam memoarnya mengonfirmasi perkataan Sukarno, “Kalau perlu suruh sukarelawan ramai-ramai berenang ke Irian Barat.” Instruksi lisan itu menggambarkan betapa luasnya desakan pihak sipil untuk segera membebaskan Irian Barat dari kekuasaan Belanda.  Nasution juga mencatat desakan Soebandrio agar paling lambat April 1962, Angkatan Perang Indonesia sudah menyerbu kedudukan Belanda di Papua.


“Saya dan teman-teman, termasuk Panglima Soeharto tempo-tempo dikiritik sebagai terlalu berhati-hati berhadapan dengan kehendak sipil yang mendesak,” tutur Nasution.   


Soeharto sendiri dalam otobiografinya menyitir usulan Yamin dalam sidang kabinet supaya TNI menenggalamkan kapal Belanda. Itulah ihwal Soeharto dipanggil ke Istana dan mendapat order untuk menenggelamkan kapal Belanda. Semua itu semata-mata demi tujuan politik memperkuat posisi tawar Indonesia dalam medan diplomasi. Soeharto hanya bisa geleng-geleng kepala karena gagal paham menyelami isi pikiran kaum politisi sipil itu.  


“Aneh-aneh saja,” kenang Soeharto dalam otobiografinya Soeharto, Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya yang disusun Ramadhan K.H.


Menanggapi tantangan menenggelamkan kapal Belanda, Soeharto minta jaminan apakah langkah tersebut akan berhasil memenangkan sengketa Irian Barat. Tapi Yamin bersikukuh menyatakan langkah itu untuk kepentingan politik. Soeharto menampiknya dengan menyinggung peran politisi yang sudah 11 tahun berunding namun selalu kandas.


“Lalu mau merusak rencana yang dipercayakan kepada saya untuk melakukan operasi militer?” kata Soeharto.  


Untuk melancarkan serangan secepatnya, Soeharto mengatakan masih membutuhkan penambahan senjata, pesawat udara, dan perlengkapan perang yang memadai. Presiden Sukarno akhirnya bersedia memberikan waktu bagi Komando Mandala untuk persiapan operasi militer. Itulah sebabnya, Jenderal Nasution, seperti dicatat Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto dalam Sejarah Nasional Indonesia Jilid 6 melakukan kontrak pembelian senjata ke Moskow, Uni Soviet untuk ketiga kalinya.  

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
In addition to the epigraphs found on the seven inscriptions, historical sources regarding Tarumanagara also come from statues and temples at two archaeological sites.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah lahir dari keluarga menak terpandang. Memilih jalan perjuangan.
bg-gray.jpg
Pernah dicampakkan dan ditipu intel Jepang, Shamsiah Fakeh lantang menyuarakan emansipasi perempuan. Dituduh bunuh anak sendiri saat gerilya di hutan.
bg-gray.jpg
Jenderal sekaligus pahlawan Italia ini sedang menakhodai kapalnya ketika Perang Aceh meletus. Di perairan Aceh, dia kena kolera.
Demi jaga hak, sejarah, asal-usul, dan adat-istiadat suku Muyu bagi generasi-generasi penerusnya, kepala adat marga Kimko di suku Muyu gelar tradisi pesta babi sebagai bentuk perlawanan.
Demi jaga hak, sejarah, asal-usul, dan adat-istiadat suku Muyu bagi generasi-generasi penerusnya, kepala adat marga Kimko di suku Muyu gelar tradisi pesta babi sebagai bentuk perlawanan.
Pernah ada masalah dengan pejuang seberang, Soeharto lama tidak memberi tempat orang-orang Sulawesi dalam posisi kunci militer. Jenderal M. Jusuf pengecualiannya.
Pernah ada masalah dengan pejuang seberang, Soeharto lama tidak memberi tempat orang-orang Sulawesi dalam posisi kunci militer. Jenderal M. Jusuf pengecualiannya.
Majalah sastra di Indonesia merepresentasikan suasana zamannya. Sastrawan generasi pertama belum menemukan formatnya hingga sastrawan Pujangga Baru menjadi pionir.
Majalah sastra di Indonesia merepresentasikan suasana zamannya. Sastrawan generasi pertama belum menemukan formatnya hingga sastrawan Pujangga Baru menjadi pionir.
Eksperimen penjara Stanford dihentikan setelah banyak tahanan yang menunjukkan gangguan psikologis dan para penjaga berlaku sewenang-wenang.
Eksperimen penjara Stanford dihentikan setelah banyak tahanan yang menunjukkan gangguan psikologis dan para penjaga berlaku sewenang-wenang.
Lomba asah-otak layaknya cerdas cermat mulanya untuk para serdadu Perang Dunia II. Radio hingga televisi lantas mengadaptasinya untuk pelajar.
Lomba asah-otak layaknya cerdas cermat mulanya untuk para serdadu Perang Dunia II. Radio hingga televisi lantas mengadaptasinya untuk pelajar.
Pernah mendirikan band The Steps yang sohor di akhir 1960-an, Tinton Soeprapto justru meninggalkan dunia musik dan kembali ke dunia otomotif.
Pernah mendirikan band The Steps yang sohor di akhir 1960-an, Tinton Soeprapto justru meninggalkan dunia musik dan kembali ke dunia otomotif.
transparant.png
bottom of page