top of page

Serbuan Cola ke Sriwijaya

Kerajaan Cola tiga kali menyerang Sriwijaya, namun sulit memanfaatkan kemenangannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pencitraan Rajendracola dalam wujud Chandesa di relief Kuil Brihadeeshwarar, Gangaikondacholapuram

16 Apr 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 3 Mei

ALKISAH, sejumlah kapal bangsa Tamil dikirim ke tengah laut yang bergelombang. Mereka menyerang sebuah negeri kepulauan di Asia Tenggara, Kerajaan Sriwijaya, yang makmur dan merajai perdagangan maritim di perairan Sumatra. Mereka menawan rajanya, Sangramavijayottunggavarman, yang disebut sebagai raja negeri Kadaram.


“Maka direbutnya pula harta kekayaan yang dengan jujur dikumpulkan oleh raja Kadaram itu, serta Vidyadharatorana, Gapura Perang di kota musuh yang besar, Gapura Ratna yang dihias dengan sangat indahnya, Gapura Ratna-Ratna Besar, Sriwijayam yang makmur,” demikian tercatat dalam Prasasti Tanjore.


Prasasti berbahasa Tamil dari tahun 1030 itu berisi berita kemenangan Kerajaan Cola atas Sriwijaya. Oleh Eugen Hultzsch, indolog dan epigraf asal Jerman, piagam tembaga ini diterbitkan dua abad lalu. Di dalamnya dengan rinci disebutkan negeri-negeri yang dikalahkan Cola.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
Sejarawan mengungkap peran Sanusi Pane sebagai budayawan, aktivis politik, hingga jurnalis kritis pada masa pergerakan nasional.
Sejarawan mengungkap peran Sanusi Pane sebagai budayawan, aktivis politik, hingga jurnalis kritis pada masa pergerakan nasional.
Para pengunjung dibawa tenggelam dalam sajian penuh kenangan di Festival Mesin Waktu 2019
Para pengunjung dibawa tenggelam dalam sajian penuh kenangan di Festival Mesin Waktu 2019
Secara resmi Perang Korea belum berakhir. Dan perseteruan pun masih kerap terjadi, yang antara lain diredakan dengan sebuah lapangan golf.
Secara resmi Perang Korea belum berakhir. Dan perseteruan pun masih kerap terjadi, yang antara lain diredakan dengan sebuah lapangan golf.
Lewat kemenangan 6-1 Spurs membuat Old Trafford jadi kuburan bagi pemiliknya. Mengulang sejarahnya.
Lewat kemenangan 6-1 Spurs membuat Old Trafford jadi kuburan bagi pemiliknya. Mengulang sejarahnya.
Salah satu sineas paling dihormati sepanjang sejarah. Dikenang Europe on Screen (EoS) tahun ini lewat pemutaran tiga karyanya.
Salah satu sineas paling dihormati sepanjang sejarah. Dikenang Europe on Screen (EoS) tahun ini lewat pemutaran tiga karyanya.
Kisah suka-duka mudik Lebaran tahun ini. Dilarang karena pandemi membuat ribuan orang berbondong-bondong pulang kampung lebih awal.
Kisah suka-duka mudik Lebaran tahun ini. Dilarang karena pandemi membuat ribuan orang berbondong-bondong pulang kampung lebih awal.
transparant.png
bottom of page