top of page

Ritual Pengorbanan Manusia

Penelitian terbaru menemukan alasan kenapa masyarakat pada zaman kuno melakukan ritual pengorbanan manusia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kapten James Cook menyaksikan ritual pengorbanan manusia di Tahiti. Foto: Wikimedia Commons.

14 Jun 2017
2 menit membaca

Di Mesir Kuno dan Cina, banyak budak dikubur hidup-hidup. Mereka dikubur bersama majikannya yang mati lebih dulu. Mereka tetap harus menjadi pelayan sang majikan bahkan hingga ke alam baka.


Pengorbanan manusia lumrah dijumpai di Pasifik Selatan, Jepang kuno, Asia Tenggara awal, Eropa Kuno, wilayah Amerika tertentu, Mesoamerika, Yunani, Romawi, hingga di antara peradaban besar dunia kuno. Mereka dijadikan tumbal demi menenangkan dewa-dewa tertentu.


Namun, belakangan keraguan atas alasan itu muncul. Pertanyaan seperti bagaimana jika itu hanya pembenaran? Bagaimana jika ritual itu memiliki tujuan politik? Pertanyaan itu dilontarkan sejumlah peneliti sebelum akhirnya mereka menemukan bahwa ritual persembahan manusia mungkin merupakan bagian dari rancangan yang lebih jahat.


Sebuah studi menarik mengenai ini pernah dipublikasikan jurnal Nature pada April tahun lalu. Joseph Watts, psikolog dan mahasiswa doktoral evolusi kebudayaan dari University of Auckland, Selandia Baru, memimpin penelitian bersama timnya, yang juga bekerjasama dengan Victoria University, Selandia Baru. Mereka pun menemukan bukti yang bisa mendukung gagasan itu.


Para ilmuan itu, sebelumnya berpikir pemimpin pada masa kuno menggunakan upacara persembahan sebagai jalan untuk memperkuat pengaruhnya. Mereka melakukannya dengan berperan sebagai perantara Yang Mahakuasa, lalu berlagak sebagai penerjemah keinginan Dewa, dan karenanya mendapatkan legitimasi kekuasaan. Dengan cara itu, mereka membangun ketakutan bagi mereka yang berniat melawan penguasa.


Seperti dilansir dari laman bigthink.com (23/2/2017), peneliti itu mengevaluasi 93 kebudayaan bangsa Austronesia dan menemukan sekira 40 alasan berbeda dalam melakukan praktik pengorbanan manusia.


“Watts dan rekannya ingin tahu apakah ada dampak antara ritual pengorbanan manusia dengan stratifikasi sosial tertentu,” tulis laman itu.


Mereka pun menggunakan teknik yang disebut analisis filogenetik. Biasanya, analisis ini digunakan untuk mengikuti lika-liku evolusi pada suatu spesies. Namun, sosiolog mengadopsi teknik ini demi mempelajari perkembangan bahasa. Fungsinya untuk merencanakan hubungan antara budaya yang berbeda yang dipelajari.


Dari studi itu, Watts dan rekannya menemukan bukti bahwa persembahan manusia adalah perangkap kekuasaan. Itu adalah cara untuk mempertahankan kontrol sosial. Berdasarkan data yang didapat dari catatan sejarah etnografi, tujuan dari pelaksanaan ritual selalu sama, yaitu untuk menguatkan kekuasaan.


“Terlebih lagi, korban cenderung sama, seseorang dengan status sosial rendah, seperti budak atau tahanan perang,” kutip bigthink.com.


Menurut Watts, penelitian itu pun kemudian menunjukkan betapa agama dapat dimanfaatkan oleh kaum elite sosial untuk keuntungan pribadi. Kondisi masyarakat yang makmur, membuat para pemimpin butuh metode pengendalian sosial yang efektif. Teror pun dimaksimalkan demi mendapatkan efek yang didambakan.


Namun, meski temuan ini dianggap memprovokasi, beberapa ahli bertanya-tanya apakah analisis filogenetik membuktikan adanya hubungan kausal atau hanya mengisyaratkannya. Ritual persembahan mungkin bukan satu-satunya alasan masyarakat menjadi begitu hierarkis dan kompleks. Hierarki seperti pada masa kuno hingga kini pun masih bisa dijumpai.


“Meski agama modern telah menyingkirkan praktik yang membantu mewujudkannya,” ungkap Watts.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Dari sebuah pelana kuda, Hermes menjadi kunci untuk memasuki kalangan sosialita.
Dari sebuah pelana kuda, Hermes menjadi kunci untuk memasuki kalangan sosialita.
Penjualan vas antik di tengah situasi ekonomi yang sulit menyulut kemarahan masyarakat China.
Penjualan vas antik di tengah situasi ekonomi yang sulit menyulut kemarahan masyarakat China.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Siapa yang punya ide mengubur orang meninggal?
Siapa yang punya ide mengubur orang meninggal?
transparant.png
bottom of page