top of page

Pertukaran Pelajar antara Sriwijaya dan Nalanda

Kerajaan Sriwijaya dan Nalanda di India membangun hubungan lewat pendidikan. Keduanya saling mengirimkan pelajarnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Dr. Hassan Wirajuda, mantan menteri luar negeri, sebagai pembicara dalam acara Reviving the Sriwijaya-Nalanda Civilization Trail di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Jakarta, 8 Agustus 2017. (Nugroho Sejati/Historia.id).

8 Agu 2017
2 menit membaca

Diperbarui: 3 Mei

SEBELAS abad lalu, Sriwijaya dan Nalanda membangun hubungan diplomasi budaya yang saling menguntungkan. Nalanda dikenal sebagai universitas kuno dan kota kuno di India. Ia pernah menjadi pusat pendidikan agama Buddha dari tahun 427-1197 M di bawah Kerajaan Pala.


“Di masanya ada hubungan langsung antara Sriwijaya dan Nalanda. Penting untuk diketahui, bahwa sebelum zaman modern, bangsa Indonesia sudah terhubung dalam hal yang sangat penting, yaitu pikiran,” kata Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam sambutannya di seminar “Reviving the Sriwijaya-Nalanda Civilization Trail,” di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa, 8 Agustus 2017.


Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengatakan bahwa hubungan Sriwijaya-Nalanda lewat pendidikan, khususnya pertukaran pelajar, terbukti ampuh membangun hubungan antarbangsa. “Karena pada akhirnya hubungan people to people penting meningkatkan hubungan antar dua negara,” katanya dalam pidato sebagai pembicara kunci.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
Dengan bantuan Uni Soviet, Indonesia pernah hampir memiliki Institut Oceanografi di Ambon. Ditelantarkan Orde Baru.
Dengan bantuan Uni Soviet, Indonesia pernah hampir memiliki Institut Oceanografi di Ambon. Ditelantarkan Orde Baru.
transparant.png
bottom of page