top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Perang Saudara Berebut Singgasana Majapahit

Perang saudara memperebutkan takhta Majapahit antara raja bagian timur dan raja bagian barat.

14 Jun 2019

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Pararaton memuat peristiwa Perang Paregreg. (Perpusnas RI).

  • 15 Jun 2019
  • 2 menit membaca

SEPENINGGAL Raja Hayam Wuruk terjadi perebutan kekuasaan takhta Majapahit. Pertentangan antara keluarga kerajaan pertama kali muncul ketika Wikramawarddhana atau Bhra Hyang Wisesa memerintah.


Wikramawarddhana merupakan suami Kusumawarddhani, putri Hayam Wuruk. Dalam Kakawin Nagarakrtagama, Kusumawarddhani disebut sebagai rajakumari yang berkedudukan di Kabalan. Kendati bukan anak sulung, Kusumawarddhani diangkat menjadi putri mahkota karena lahir dari permaisuri. Namun, yang memakai mahkota adalah suaminya.


Wikramawarddhana masih saudara sepupu Kusumawarddhani. Dalam Nagarakrtagama dan Pararaton disebut dia adalah anak Rajasaduhiteswari atau Bhre Pajang, adik Hayam Wuruk.


“Wikramawarddhana adalah keponakan dan menantu Hayam Wuruk,” tulis arkeolog Hasan Djafar dalam Masa Akhir Majapahit.


Pangkal perselisihan karena Bhre Wirabhumi menuntut takhta dari Wikramawarddhana. Wirabhumi, putra Hayam Wuruk dari seorang selir. Karenanya dia tak berhak atas takhta Majapahit. Kendati begitu, dia masih diberi kekuasaan untuk memerintah daerah bagian timur, yaitu Blambangan. Sedangkan Kusumawarddhani dan suaminya mendapatkan bagian barat dan berkedudukan di Majapahit.


Sebenarnya, dalam Pararaton disebut bahwa Wirabhumi masih saudara ipar Wikramawarddhana. Dia menikahi adik Wikramawarddhana yang disebut alemu atau si gendut.


Di dalam Pararaton, perseteruan Wirabhumi dan Wikramawarddhana disebut Paregreg,artinya peristiwa huru-hara. Peristiwa itu mulai terjadi pada 1323 Saka atau 1401. Tiga tahun kemudian perseteruan itu menjadi peperangan.


Awalnya perang saudara itu dimenangkan oleh Wirabhumi. Namun, setelah Wikramawarddhana mendapat bantuan dari Bhre Tumapel, Kedaton Wetanpun dikalahkan. Wirabhumi melarikan diri, dikejar Raden Gajah (Bhra Narapati) dan tertangkap. Wirabhumi pun dipenggal kepalanya.


“Peristiwa ini terjadi pada 1328 Saka (1406),” jelas Hasan.


Perang saudara itu muncul pula dalam catatan Tionghoa dari masa Dinasti Ming. Lewat Ming Shih yang diterjemahkan W.P. Groeneveldt dalam Nusantara dalam Catatan Tionghoa, disebutkan setelah Kaisar Ch’eng-tsu bertakhta pada 1403, dia mengadakan hubungan diplomatik dengan Jawa. Dia mengirim utusan kepada raja “bagian barat”, Tu-ma-pan dan kepada raja “bagian timur”, Put-ling-ta-hah atau P’i-ling-da-ha.


Laksamana Cheng Ho pun pada 1406 menyaksikan kedua raja di Jawa itu sedang saling berperang. Kerajaan bagian timur kalah dan dirusak. “Pada waktu terjadinya peperangan antara kedua raja, perutusan Tiongkok sedang berada di kerajaan bagian timur,” tulis Groeneveldt.


Hasan memaknai berita dari Tiongkok itu sebagai perseteruan antara Wikramawarddhana sebagai raja “bagian barat” dan Wirabhumi sebagai raja “bagian timur”. Namun, Peter Amiot dan G. Schlegel, sejarawan yang menyusun literatur Tiongkok Kuno pada 1800-an, menyebut Tumapan sebagai gelar raja barat atau Kerajaan Pajajaran.


“Jika hal ini benar, mungkin saja raja-raja Jawa bagian barat yang berasal dari negara lama Tumapel yang terletak di bagian timur pulau, tetap menggunakan nama ini sebagai salah satu gelar mereka?” tulis Groeneveldt.


Wikramawarddhana, menurut Hasan Djafar, memerintah Majapahit sampai meninggal pada 1351 Saka (1429). Dia digantikan putrinya, Suhita, yang memerintah pada 1429-1447. Awalnya putra mahkota adalah kakak Suhita, Bhra Hyang Wekasing Sukha. Namun dia keburu mangkat pada 1399 sebelum ditahbiskan menjadi raja.


Menurut Hasan, kemungkinan Suhita adalah anak dari putri Wirabhumi. Karenanya Suhita dijadikan pengganti Wikramawarddhana mungkin untuk meredakan persengketaan antara pihak keluarga ayahnya dan keluarga ibunya.


Namun, berdasarkan Pararaton, sewaktu Suhita berkuasa, Raden Gajah (Bhra Narapati) dibunuh atas tuduhan memenggal Wirabhumi. “Dengan terjadinya pembunuhan terhadap Bhra Narapati, persengketaan keluarga itu dapat dikatakan masih terus berlangsung,” catat Hasan.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page