- 13 Jul 2017
- 2 menit membaca
Diperbarui: 2 Mei
KEGEMILANGAN Majapahit ditutup dengan rentetan peristiwa berdarah. Situs kota Majapahit di Trowulan, dulunya pernah ditinggalkan penduduknya karena perebutan kekuasaan menjelang runtuhnya kerajaan itu.
“Semacam bedol desa memang benar, bahwa memang perebutan kekuasaan di Jawa selalu berdarah-darah. Jadi, kalau satu kedaton ditundukan, itu hancur habis,” jelas arsitek dan arkeolog, Osrifoel Oesman dalam diskusi Omah-Desa-Kuto Majapahit Trowulan, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (11/7).
Sepeninggal Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, Majapahit mulai meredup. Sebelum menjadi semakin lemah akibat menguatnya kekuatan Islam Demak, pertentangan di tengah keluarga kerajaan telah lebih dulu membuat Majapahit goyah.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















