top of page

Pasukan Turki dalam Serangan Aceh ke Kerajaan Batak dan Aru

Kesultanan Aceh dibantu pasukan Turki menyerang Kerajaan Batak dan Aru. Mereka dibayar empat kapal lada. Sempat menang kemudian dibabat habis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi pasukan Turki abad 16. (Wikimedia Commons).

  • 22 Agu 2020
  • 3 menit membaca

SELAIN menghadapi Portugis, Kesultanan Aceh di bawah Sultan Ala’ad-din Ri’ayat Shah al-Kahar, juga berambisi untuk menguasai Pulau Sumatra. Penentang utamanya adalah Kerajaan Batak yang luas dan memiliki jalur ke utara dan ke pantai barat Aceh, dengan pusat terletak di wilayah sungai Singkil yang masih dalam wilayah Batak, yakni Tapanuli.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page