top of page

Meredam Murka Gunung Kelud

Temuan Situs Petirtaan Geneng menambah tempat pemujaan kuno di kaki Gunung Kelud. Situs-situs ini untuk meredam murka Gunung Kelud.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Petirtaan Sumberbeji, Jombang dari abad ke-13 hingga 14 yang juga terkubur endapan banjir lahar Gunung Kelud. (cagarbudayajatim.com).

  • 28 Jul 2020
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 13 Feb

LAPISAN abu vulkanis setebal 10 cm menutup lantai bata Situs Petirtaan Geneng di Brumbung, Kepung, Kediri. Tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur mulai menggali situs ini pada awal Juli 2020. Telah berabad lamanya petirtaan ini terkubur oleh aktivitas vulkanis Gunung Kelud yang berada di dekatnya.


"Termasuk bencana banjir yang menerjang membuat sebagian struktur bangunan pemandian suci itu runtuh," kata Wicaksono Dwi Nugroho, arkeolog BPCB Jawa Timur, dalam webinar "Bencana Alam dan Jejak Peradaban Abad 12-14 M" yang diadakan Teknik Geofisika ITS.


Di situs ini ditemukan bongkahan batuan andesit yang diduga terlontar dari perut Kelud. Dorongan dari dalam tanah telah merusak struktur gapura. Sepertinya situs ini memiliki gapura paduraksa yang beratap.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page