top of page

Melipat Laba di Pelayaran Kedua

Perusahaan dagang Belanda kembali mengirim armada dagang ke Nusantara. Pelayaran kedua ini untung besar.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Armada kapal Pelayaran Kedua kembali ke Amsterdam. Sumber foto: rijksmuseum.nl

5 Mei 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 2 Apr

IKHTIAR armada dagang pertama Belanda, dari perusahaan Compagnie van Verre, menemukan jalur ke Nusantara memang berat. Mereka harus kehilangan hampir tiga perempat awaknya dan satu kapal terbakar.


Pada 14 Agustus 1597, tiga kapal, yaitu Mauritius, Hollandia dan Duyfken, kembali dengan 87 orang selamat dari 240 awak. Karena kebocoran dan kurangnya awak, kapal Amsterdam ditinggalkan dan dibakar di Bawean.


Cornelis de Houtman, pemimpin armada, kembali ke Belanda dengan membawa 240 kantong lada, 45 ton pala, serta 30 bal bunga pala, yang sebagian diperoleh dari hasil rampasan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
transparant.png
bottom of page