top of page

Melihat Kehidupan Orang Romawi Lewat Lubang Jamban

Penemuan jamban kuno adalah harta karun arkeologi. Dari dalamnya bisa diketahui ragam makanan, penyakit, dan tentang ketakutan orang Romawi terhadap setan jamban.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Toilet Romawi di Appia Antica, Roma, Italia. (Mette Fairgrieve/Shutterstock).

30 Jan 2021
5 menit membaca

Diperbarui: 17 Feb

DI dalam ruang lembap, sederet bangku batu berlubang dipasang memanjang menempel di sepanjang dinding. Kira-kira lima puluh lubang seukuran piring makan dipahat pada permukaannya. 


Dua ribu tahun yang lalu, di lubang-lubang itulah masyarakat Romawi Kuno membuang hajat. Jamban umum berlangit-langit tinggi ini berada di bawah salah satu istana paling mewah. Ruangan ini pun menjadi tempat tersibuk, sekaligus paling bau kala itu. 


Ann Koloski-Ostrow dan Gemma Jansen mendapat kesempatan langka mempelajari sisa-sisa toilet atau jamban umum di Bukit Palatium itu pada 2014. Arkeolog Amerika dan sejarawan Belanda ini sudah banyak meneliti jamban dari berbagai peradaban kuno.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page