- 30 Jan 2021
- 5 menit membaca
Diperbarui: 17 Feb
DI dalam ruang lembap, sederet bangku batu berlubang dipasang memanjang menempel di sepanjang dinding. Kira-kira lima puluh lubang seukuran piring makan dipahat pada permukaannya.
Dua ribu tahun yang lalu, di lubang-lubang itulah masyarakat Romawi Kuno membuang hajat. Jamban umum berlangit-langit tinggi ini berada di bawah salah satu istana paling mewah. Ruangan ini pun menjadi tempat tersibuk, sekaligus paling bau kala itu.
Ann Koloski-Ostrow dan Gemma Jansen mendapat kesempatan langka mempelajari sisa-sisa toilet atau jamban umum di Bukit Palatium itu pada 2014. Arkeolog Amerika dan sejarawan Belanda ini sudah banyak meneliti jamban dari berbagai peradaban kuno.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












