- 8 Apr 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 13 Mar
SULTAN Agung tak ingin mengulangi kegagalan serangan pertama ke Batavia pada 1628. Ia berusaha mempersiapkan serangan kedua dengan lebih baik. Ia membuat gudang-gudang beras agar pasukannya tidak kelaparan. Untuk mengetahui pertahanan VOC, ia mengirim mata-mata ke Batavia.
Mata-mata bernama Warga itu tiba di Batavia pada 16 April 1629. Dengan menyamar sebagai pedagang, ia berhasil mengamati benteng-benteng VOC. Ia malaporkan hasil pengamatannya kepada penanggung jawab serangan kedua.
“Namun malang baginya, ia tertangkap oleh Kompeni,kemudian disiksa dan dipenjarakan,” tulis Sutrisno Kutoyo, dkk. dalam Sejarah Ekspedisi Pasukan Sultan Agung ke Batavia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












