top of page

Leluhur Langsung Bangsa Indonesia dari Taiwan

Kesamaan leluhur yang bertutur bahasa Austronesia adalah benang merah kebinekaan Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 1 Apr 2017
  • 2 menit membaca

Ribuan tahun lalu bangsa Indonesia pernah disatukan oleh akar tradisi yang sama: bahasa Austronesia.


“Kita semua memang berbeda, tetapi kita memiliki kesamaan yang dirangkai melalui Austronesia sebagai benang merahnya,” ujar Harry Truman Simanjuntak, arkeolog senior Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas).


Hingga kini, para ahli sepakat bahwa para penutur Austronesia yang datang dari Taiwan adalah leluhur langsung bangsa Indonesia. Dari segi fisik, penutur Austronesia tergolong ras Mongoloid Selatan. Dalam perkembangannya, penampilan fisik memang menjadi sangat beragam. Kemampuan beradaptasi penutur Austronesia terhadap lingkungan baru mendorong terciptanya keragaman etnis. Pengaruh lainnya datang dari interaksi bologis antarkelompok atau dengan pendatang lainnya yang menyebabkan terjadinya percampuran gen.


Secara bahasa, warisan Austronesia ditandai dengan kata-kata yang mirip dalam bunyi dan makna. Beberapa kata, seperti bilangan satu sampai sepuluh di berbagai kawasan persebaran Austronesia menunjukkan adanya kekerabatan itu.



Misalnya, dalam bahasa Jawa kuno, hitungan satu sampai sepuluh, yaitu: sa, rwa, telu, pat, lima, nem, pitu, wwalu, sanga, sapuluh. Dalam bahasa Minangkabau, hitungan satu sampai sepuluh, yaitu: ciek, duo, tigo, ampek, limo, anam, tujuah, salapan, sambilan, sapuluah. Dalam bahasa Bugis, hitungannya menjadi seddi, dua, tellu, eppa, lima, enneng, pitu, aruwa, asera, seppulo. Itu tak jauh berbeda dengan bahasa Tagalog yang kini menjadi bahasa resmi di Filipina, yaitu: isá, dalawa, tatló, ápat, lima, ánim, pitó, waló, siyám, sampû.


Penjelasannya, pada perkembangan awal, interaksi antarpulau masih terbatas. Ini menjadikan budaya lokal menonjol. Datangnya pengaruh dari luar memunculkan budaya yang berbeda sebagai bagian dari adaptasi. “Yang lebih dekat tentu dapat pengaruh yang lebih besar dibanding yang jauh. Ini yang kemudian menciptakan kebinekaan,” ujar Truman.



Di Asia Tenggara, menurut Robert Blust dalam The Austronesian Languages, budaya luar sudah mulai mempengaruhi para penutur Austronesia sejak 2.000 tahun lalu. Budaya India, Cina, Islam, dan Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris) datang memulai keragaman di tengah kebudayaan yang dibawa para penutur Austronesia.


Begitu pula yang terjadi di Indonesia. Bukti arkeologis membuktikan kedatangan pengaruh luar itu. Seperti prasasti dari kerajaan-kerajaan Hindu-Budha yang menggunakan bahasa Sanskerta maupun Jawa kuno. Efeknya, kini bahasa yang ada di Nusantara pun semakin beragam.


Menurut Truman, bicara mengenai leluhur artinya berbicara mengenai diri sendiri, di sini, saat ini. Para ahli percaya nilai yang dimiliki oleh kehidupan para penutur Austronesia pantas diaktualisasikan di masa sekarang untuk kepentingan masa depan.


“Memaknai sejarah leluhur bangsa diperlukan untuk membangun peradaban berkepribadian, berlandaskan kebudayaan yang jauh berakar, menancap hingga ke masa lampau,” katanya.



I Made Geria, kepala Puslit Arkenas, pun melihat adanya peluang bagaimana nilai yang terkandung dalam akar budaya ini bisa memperkuat tali kebangsaan. Katanya, memaknai bahwa bangsa ini memiliki leluhur yang sama akan mampu memberikan harmoni meski Indonesia terdiri dari beragam ras, agama, etnis, dan budaya. Justru dengan memahami ini akan meningkatkan kesadaran identitas sebagai bangsa yang bineka.


“Artinya, kita semua di sini dengan nilai kearifan diberi kekuatan untuk menjaga. Ini mungkin yang disebut penguatan kebangsaan,” ucapnya.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Di masa tuanya, Henk Ngantung hidup memprihatinkan. Dikucilkan dan distigma PKI. Bahkan, pameran terakhir mantan gubernur DKI Jakarta ini diganggu aparat intelijen pemerintah.
bg-gray.jpg
The term “tante girang”, which means cougar, gained popularity in the 1970s, though the phenomenon had already been emerging for two decades prior. Popular literature captured it as a social portrait in Indonesia.
bg-gray.jpg
KH Chalimi pernah memimpin gerakan mahasiswa Surabaya menolak Soeharto menjadi presiden lagi. Ditangkap lalu disekap di penjara angker Kalisosok.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah satu indekos dengan Siti Soendari, adik bungsu dr. Soetomo. Berbeda kepribadian tetapi saling mengisi.
Ryamizard dikenal sebagai jenderal TNI yang suka bicara blak-blakan. Di puncak kariernya, ia gagal menjadi panglima TNI.
Ryamizard dikenal sebagai jenderal TNI yang suka bicara blak-blakan. Di puncak kariernya, ia gagal menjadi panglima TNI.
“Lorem ipsum” yang bertahan berabad-abad, bermula dari karya filsuf Romawi Kuno, hingga kini tak tergantikan jadi elemen penting desain grafis.
“Lorem ipsum” yang bertahan berabad-abad, bermula dari karya filsuf Romawi Kuno, hingga kini tak tergantikan jadi elemen penting desain grafis.
Fenomena begal yang marak akhir-akhir ini ternyata sudah terjadi sejak masa Jawa Kuno. Pelakunya ada yang diberi hukuman mati.
Fenomena begal yang marak akhir-akhir ini ternyata sudah terjadi sejak masa Jawa Kuno. Pelakunya ada yang diberi hukuman mati.
Seratusan pekerja tambang dibunuh dan dimasukkan ke lubang oleh Jepang. Sisanya hidup dalam kelaparan dan penyakit.
Seratusan pekerja tambang dibunuh dan dimasukkan ke lubang oleh Jepang. Sisanya hidup dalam kelaparan dan penyakit.
Jusuf Randy dijuluki “raja komputer” yang sukses membangun bisnis kursus komputer di Indonesia. Namun, dia ditangkap polisi karena kasus penipuan.
Jusuf Randy dijuluki “raja komputer” yang sukses membangun bisnis kursus komputer di Indonesia. Namun, dia ditangkap polisi karena kasus penipuan.
Armada Vasco da Gama memblokade Laut Merah. Sebuah kapal dagang yang membawa ratusan rombongan haji dicegat, dijarah, dan dibantai.
Armada Vasco da Gama memblokade Laut Merah. Sebuah kapal dagang yang membawa ratusan rombongan haji dicegat, dijarah, dan dibantai.
transparant.png
bottom of page