1. Beranda
  2. LAPORAN KHUSUS
 

Kota Seribu Biksu

Mitos berkembang tentang bangunan kuno di Muarajambi. Apa yang pernah berlangsung selama lima abad sampai kemudian bangunan-bangunan itu ditinggalkan?

 
  • line

Dahulu kala, ada seorang pangeran yang pergi melamar putri raja. Putri bilang, ada syarat jika ingin menikah dengannya.

“Buatkan aku candi setinggi langit,” kata putri. “Sebelum matahari terbit harus sudah jadi.”

Pangeran pun menyanggupi. Ia mulai membangun candi yang sangat tinggi.

Candi itu hampir selesai ketika sayup-sayup terdengar seekor ayam berkokok. Lalu disusul ayam-ayam lainnya. Dilanjut suara lesung bertalu-talu. Fajar rupanya telah tiba.

Pangeran gagal. Betapa kesalnya dia. Impiannya menikah dengan sang putri mesti dilupakan. Saking marahnya, candi yang belum rampung tadi ia tendang. Tersebarlah batu-batunya ke segala arah.

“Ini kisah buyut-buyut kami dulu. Itu kenapa batu-batuan ini berserakan. Orang tengok di mana-mana batu. Makanya ada cerita begitu,” kata Datuk Ibrahim Akbar, mantan Kepala Desa Muaro Jambi periode 1980-an sambil menunjuk area sekeliling Candi Gumpung, di mana Historia.id menemuinya.

  • line
  • font size
    • Small
    • Medium
    • Large
    • Extra Large
like liked 6 Suka