top of page

Kisah Martir Portugis di Aceh

Utusan Portugis datang ke Aceh untuk berdamai. Berakhir tragis karena Belanda menuduhnya bertujuan misionaris.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Patung Pierre Berthelot, alias Denis de la Nativité, di gereja Sainte-Catherine di Honfleur, Prancis

28 Jun 2018
2 menit membaca

Diperbarui: 11 Jul

PADA awal abad ke-17, Portugis terus menerus dalam keadaan perang dengan Kesultanan Aceh. Kapal-kapal mereka yang bertolak dari Malaka atau Goa tak boleh singgah di Aceh. Ketegangan mereda pada September 1638.


Sejarawan Prancis Danys Lombard dalam Kerajaan Aceh: Zaman Sultan Iskandar Muda menulis, orang Portugis di Malaka atas perintah Raja Muda India, Pedro de Silva, mengirim utusan kepada Sultan Aceh, Iskandar Thani. Mereka bermaksud mengadakan perjanjian damai. Pengiriman itu juga terdorong oleh kemajuan Belanda. Mereka berharap Aceh berpihak pada mereka yang tak rukun dengan Belanda.


Utusan itu dipimpin Francesco de Soza de Castro. Selain itu, turut juga Pierre Berthelot yang belum lama menjadi biarawan Carmes Dechaux dengan nama Romo Denis de la Nativite. Nakhoda asal Normandi itu mengabdi kepada sang raja muda sebagai pembuat peta.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page