- 13 Mar 2021
- 3 menit membaca
Diperbarui: 25 Mei
PADA awal pandemi Covid-19, banyak orang panik dan memborong bahan makanan pokok di pusat perbelanjaan. Mereka khawatir pasokan bahan pangan terganggu akibat pandemi. Strategi ketahanan pangan pun diperlukan untuk menghadapi masa sulit.
"Karena pada kondisi luar biasa seperti sekarang, yang biasanya normal jadi tidak normal, bagaimana strategi persiapan kita menghadapi kondisi ini? Apakah strategi itu sudah dilakukan oleh masyarakat Jawa Kuno?" kata Agni Sesaria Mochtar, arkeolog Balai Arkeologi Yogyakarta, dalam diskusi daring berjudul "Ketahanan Pangan pada Masa Jawa Kuna" yang diadakan Balai Arkeologi Yogyakarta, Rabu (10/3/2021).
Agni mengatakan, ancaman yang dihadapi masyarakat Jawa Kuno dapat diketahui dari catatan prasasti dan tinggalan arkeologi. Respons atau persiapan mereka dalam menghadapi ancaman salah satunya dengan teknologi pangan. Mereka diperkirakan sudah memiliki sistem ketahanan pangan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















