top of page

Kegagalan Cinta dalam Kisah Zaman Kuno

Kisah cinta pada zaman kuno ini berakhir tragis akibat kehadiran orang ketiga.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tari Topeng Panji Malang. (Setyo Adhi Pamungkas/Shutterstock).

9 Mar 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 24 Mei

CERITA bermula ketika Panji Kudawaningpati, putra mahkota Kerajaan Jenggala, mengunjungi kepatihan. Ia jatuh cinta pada putri Patih Kudanawarsa. Panji pun menikahi Dewi Angreni, putri sang patih. Padahal, Panji sudah bertunangan dengan Sekartaji, putri Kerajaan Kediri.


Panji tak mau menikah dengan perempuan lain karena sudah memperistri Angreni. Karenanya Raja Jenggala menyuruh Brajanata untuk membunuh Angreni agar perkawinan Panji dan Sekartaji dapat terlaksana. Panji sedih dan memutuskan berkelana.


Panji mengubah namanya menjadi Klana Jayengsari. Dalam pengembaraan, dia melakukan berbagai penaklukkan. Dia mencari kematian lewat pertempuran agar bisa segera berkumpul dengan Angreni.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Itaewon berkembang dari “desa orang asing” menjadi “zona internasional”. Disebut sebagai pintu gerbang menuju dunia.
Itaewon berkembang dari “desa orang asing” menjadi “zona internasional”. Disebut sebagai pintu gerbang menuju dunia.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
transparant.png
bottom of page