top of page

Kala Sumedang Larang di Bawah Kuasa Mataram

Setelah mangkatnya Prabu Geusan Ulun, Pangeran Kusumadinata menyerahkan kerajaannya kepada Mataram. Sempat menjadi kebanggaan Sultan Agung, sebelum akhirnya dia dipancung oleh junjungannya itu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mahkota Binokasih, mahkota Kerajaan Pajajaran yang diberikan kepada Prabu Geusan Ulun (Wikimedia Commons)

7 Nov 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 30 Apr

TAHUN 1608 (sumber lain menyebut 1601/1610), penduduk Sumedang Larang ditimpa duka. Salah seorang penguasa terbesar mereka, Prabu Geusan Ulun, dipanggil Sang Pencipta. Raja yang membawa kejayaan bagi Sumedang itu meninggalkan wilayah kuasa yang cukup besar.


Sepeninggalnya konflik politik pun tak terhindarkan hingga membagi Sumedang Larang menjadi dua: kerajaan yang berpusat di Dayeuh Luhur, diperintah Pangeran Rangga Gede; dan kerajaan yang berpusat di Tegal Kalong, dipimpin Pangeran Suriadiwangsa.


Sumedang Larang sendiri lahir setelah Kerajaan Pakuan Pajajaran (terletak di wilayah Bogor sekarang) dikuasai oleh Kesultanan Banten pada 1579. Menurut Edi S. Ekadjati dalam Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jawa Barat, peristiwa hancurnya kerajaan Sunda bercorak Hindu Buddha terakhir itu membuat kekuasaan orang-orang Sunda terdorong ke wilayah timur Jawa Barat, yakni Galuh dan Sumedang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Inilah Piala Dunia, hajatan sepakbola sejagat yang selalu ditunggu. Di luar lapangan hijau ada drama-drama yang tak kalah menarik.
Inilah Piala Dunia, hajatan sepakbola sejagat yang selalu ditunggu. Di luar lapangan hijau ada drama-drama yang tak kalah menarik.
Sebuah ibukota di Skandinavia jadi jembatan politik Amerika-Rusia. Dipilih karena kenetralannya sejak Perang Dingin.
Sebuah ibukota di Skandinavia jadi jembatan politik Amerika-Rusia. Dipilih karena kenetralannya sejak Perang Dingin.
Murid memang tak melulu mesti seiring sejalan dengan guru. Sudah sejak lama orang-orang mengatakan, guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
Murid memang tak melulu mesti seiring sejalan dengan guru. Sudah sejak lama orang-orang mengatakan, guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
transparant.png
bottom of page