top of page

Epos Majapahit Lebih Seru dari Game of Thrones

Dibanding Game of Thrones, epos dan Babad Majapahit nyata terjadi minus raksasa atau naga.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Herald van der Linde, penulis buku Majapahit: Intrigue, Betrayal and War in Indonesia’s Greatest Empire. (Randy Wirayudha/Historia.ID).

22 Jul 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Mar

DARI adaptasi novel fantasi A Song of Ice and Fire (1991) lahirlah film seri Game of Thrones nan seru yang digarap sineas David Benioff dan Daniel Brett Weiss hingga delapan season (2011-2019). Padahal kalau menengok ke belakang, wiracarita dan Babad Majapahit juga tak kalah seru.


Segala hal terkait dengan kisah peperangan entah kompleksitasnya, pengkhianatannya, hingga perebutan takhta lintas wilayah dan kerajaan juga terjadi di seputar era kebangkitan dan kejatuhan Kerajaan Majapahit. Bedanya, epos dan Babad Majapahit terjadi di dunia nyata minus raksasa atau naga seperti di Game of Thrones.


Namun, tidak banyak yang mengetahui cerita-cerita menakjubkan tentang Majapahit, utamanya publik di luar Indonesia. Bertolak dari realita itulah Herald van der Linde mencoba merangkum dan mengalirkan ceritanya agar lebih enak dibaca lewat buku Majapahit: Intrigue, Betrayal and War in Indonesia’s Greatest Empire yang diterbitkan pada Mei 2024.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Bergabung dengan NATO bukan hanya jadi masalah buat Presiden Rusia Vladimir Putin. Tujuh puluh tahun silam, hal itu juga menjadi masalah warga Islandia.
Bergabung dengan NATO bukan hanya jadi masalah buat Presiden Rusia Vladimir Putin. Tujuh puluh tahun silam, hal itu juga menjadi masalah warga Islandia.
Bahu-membahu di bawah panji Unifikasi. Melebur jadi satu dengan menghayati lagu “Arirang”.
Bahu-membahu di bawah panji Unifikasi. Melebur jadi satu dengan menghayati lagu “Arirang”.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
Orang-orang Melanesia menyanyikan lament untuk bangkit dari duka. Menjadi sejarah lisan perjalanan manusia dalam mempertahankan hidup.
Orang-orang Melanesia menyanyikan lament untuk bangkit dari duka. Menjadi sejarah lisan perjalanan manusia dalam mempertahankan hidup.
Yang kita butuhkan, mungkin, bukan Nelson Mandela tapi kemauan dan keberanian untuk menebus dosa masa lalu dengan berbagai cara yang bisa memenuhi rasa keadilan.
Yang kita butuhkan, mungkin, bukan Nelson Mandela tapi kemauan dan keberanian untuk menebus dosa masa lalu dengan berbagai cara yang bisa memenuhi rasa keadilan.
transparant.png
bottom of page