top of page

Cheng Ho Tak Menyerang Jawa

Bukan Cheng Ho yang diutus Tiongkok untuk menyerang Jawa. Bahkan pada masa itu Tiongkok berhubungan baik dengan Jawa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Monumen Cheng Ho di Stadthuys, Melaka. (Wikipedia).

11 Jan 2019
2 menit membaca

HUBUNGAN Tiongkok dan Jawa memang pernah tak baik ketika Raja Kertanagara memerintah menjelang masa akhir Singhasari. Kondisi itu yang sepertinya ingin diungkit oleh Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang, M.S. Kaban melalui cuitan di akun twitter-nya, @hmskaban, Jumat (11/1).


“Cheng Ho pernah bawa puluhan kapal lengkap dengan pasukan untuk serang Majapahit karena tidak mau tunduk bayar upeti pada kaisar China. Era Presiden Jokowi mendarat dengan aman dan tenang ribuan orang RRC di Morowali pake pesawat RR China Airlines. Apakah tampil lagi Gajah Mada dgn Bhayangkara nya,” cuit mantan menteri kehutanan itu.


Sayangnya, yang sebenarnya terjadi berdasarkan catatan-catatan Tiongkok, Cheng Ho tak punya niat buruk pada Jawa, khususnya Majapahit. Bahkan, Tiongkok yang kala itu di bawah Dinasti Ming berhubungan baik dengan Majapahit.


Jauh sebelum itu, Jawa adalah wilayah pertama di Nusantara yang menjalin hubungan bilateral dengan Tiongkok. Mulai tahun 131 M, Kerajaan Jawa berinisiatif memulai hubungan itu dengan mengirimkan utusannya.


Nurni Wahyu Wuryandari, peneliti dari Pusat Studi Cina Universitas Indonesia, mengatakan kedatangan utusan Jawa itu disebutkan dalam catatan resmi kerajaan di Tiongkok, yaitu Hou Han Shu bab ke-6 dan bab ke-116. Penyusunnya adalah sejarawan istana masa Dinasta Han (206 SM-220 M).


Setelah itu, hubungan Jawa dan Tiongkok makin terjalin. Utusan-utusan yang datang dan dikirim dari Jawa terus muncul dalam catatan-catatan resmi kerajaan.


Keadaan mulai berubah ketika Tiongkok dikuasai Mongol pada 1279 M. Penjabaran dalam naskah Sejarah Dinasti Yuan sebagian besar soal perseteruan dengan Jawa, khususnya dengan Singhasari.


Khubilai Khan, kaisar Dinasti Yuan (1279-1294) mengirim utusan ke Jawa pada 1280, 1281, dan 1286. Dia menuntut Kertanagara, raja Singhasari, untuk mengakui kekuasaannya dengan mengirimkan anggota keluarga Singhasari ke istananya di Beijing. Namun, Kertanagara justru merusak wajah Meng Qi, utusan Mongol terakhir pada 1289, sebagai wujud pernolakan.

Khubilai Khan pun marah dan mengirim tiga jenderalnya, Shi Bi, Ike Mese, dan Gao Xing (bukan Cheng Ho) untuk menyerang Jawa.


Adapun nama Cheng Ho, atau Zheng He, baru muncul dalam Ming Shi atau Sejarah Dinasti Ming. Dia diutus ke Jawa pada 1405. Dalam Sejarah Dinasti Ming, sejarawan Dinasti Ming memasukkan namanya dalam bab biografi orang terkenal dengan judul Catatan Zheng He. “Ini bisa dibilang merupakan dokumen resmi yang mewakili sudut pandang pemerintah Tiongkok,” kata Nurni.


Menurut Nurni berbeda dengan catatan resmi Dinasti Yuan, dalam Sejarah Dinasti Ming sudah ada pengertian soal pentingnya hubungan dagang dan bagaimana menjaga hubungan dua negara walaupun Jawa dianggap pernah bersalah pada penguasa Tiongkok.


“Kenapa sampai begitu?" kata Nurni. "Karena pertalian dagang kalau sampai putus rugi karena menyangkut uang dalam jumlah besar."


Narasi tentang Majapahit pun cukup panjang dibandingkan catatan sejarah resmi pada dinasti sebelumnya. Majapahit dalam Sejarah Dinasti Ming muncul pada bab tentang “Jawa.”


“Majapahit ada di tiga per lima bagian dari seluruh naskah,” kata Nurni. “Inilah naskah pertama yang memperlihatkan bahwa hubungan bilateral merupakan hal yang sangat penting.”


Saking mesranya hubungan Jawa dan Dinasti Ming, dalam naskah tercatat lebih dari 30 kali utusan Jawa mengunjungi Tiongkok, lebih sering dibandingkan masa-masa sebelumnya.


Terlepas dari itu, meski Jawa muncul dalam catatannya, Dinasti Ming hanya merujuk pada Jawa Timur. “Hubungan sangat pragmatis antarnegara kaitannya hanya dengan Majapahit,” ujar Nurni.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Penggunaannya untuk komunikasi telah ada sejak ribuan tahun silam. Di masa modern, merpati tetap jadi pilihan.
Penggunaannya untuk komunikasi telah ada sejak ribuan tahun silam. Di masa modern, merpati tetap jadi pilihan.
Para pengunjung dibawa tenggelam dalam sajian penuh kenangan di Festival Mesin Waktu 2019
Para pengunjung dibawa tenggelam dalam sajian penuh kenangan di Festival Mesin Waktu 2019
Secara resmi Perang Korea belum berakhir. Dan perseteruan pun masih kerap terjadi, yang antara lain diredakan dengan sebuah lapangan golf.
Secara resmi Perang Korea belum berakhir. Dan perseteruan pun masih kerap terjadi, yang antara lain diredakan dengan sebuah lapangan golf.
transparant.png
bottom of page