top of page

Cerita Tutur Perang Bubat

Tradisi tutur menyajikan kisah yang berbeda tentang Perang Bubat. Gajah Mada bukan dalang sebenarnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Perang Bubat.

  • 19 Mei 2018
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 4 Apr

ROMBONGAN Kerajaan Sunda sudah tiba di dermaga Bubat. Letaknya tak jauh dari Sungai Jetis, di utara Trowulan, ibu kota Kerajaan Majapahit. Mereka datang untuk mengawinkan sang putri, Dyah Pitaloka dengan Hayam Wuruk, raja Majapahit.


Barang-barang pun segera diturunkan dari kapal. Oleh para prajurit Majapahit, barang-barang itu diangkut ke bangsal paseban.


“Barang-barang kami jangan disimpan di paseban!” tegur salah seorang patih Sunda tiba-tiba.


“Memang kenapa?” tanya prajurit keheranan.


“Paseban itu hanya untuk menyimpan upeti dari daerah jajahan,” kata sang patih.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page