top of page

Bukti Toleransi dari Candi

Tinggalan masa lalu berupa candi mengajarkan hidup toleransi. Sikap intoleran muncul karena ketidakadilan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Candi Plaosan (dok. Kemendikbud RI)

30 Apr 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 18 Jul

DUA bangunan suci kembar yang megah dari masa lalu menyembul di tengah persawahan dan permukiman warga di Dusun Plaosan Lor, Bugisan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Puncak-puncak stupa menghiasi atapnya. Di sekelilingnya 174 candi yang lebih mungil disusun dalam tiga baris. Sebagian besar sudah runtuh, sebagian lainnya telah dipugar kembali. 


Kompleks Percandian Plaosan Lor itu, menurut Bambang Budi Utomo, arkeolog dari Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), adalah wujud toleransi yang telah berakar di tengah masyarakat Nusantara sejak masa silam. Percandian dari era Mataram Kuno abad ke-9 itu didirikan secara bergotong royong. 


“Dibangun oleh maharaja yang beragama Buddha Mahayana, tapi candi-candi kecilnya dibangun oleh raja beragama Hindu,” kata Bambang yang akrab disapa Tomi dalam diskusi daring yang diadakan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional berjudul “Toleransi, Akar Lama Penguat Bangsa”, Kamis, 29 April 2021.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page