- 3 Des 2019
- 4 menit membaca
Diperbarui: 18 Jul
THOMAS Stamford Raffles, Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, langsung tertarik ketika Tan Jin Sing, bercerita soal candi besar di Desa Bumisegoro, dekat Muntilan. Ia pun meminta Tan Jing Sing melihat candi itu. Sesampainya di sana, Tan Jing Sing mengajak warga desa bernama Paimin sebagai penunjuk jalan.
“Menurut Paimin namanya candi Borobudur,” tulis TS Werdoyo, salah seorang keturunan Tan Jin Sing, dalam biografi Tan Jin Sing: Dari Kapiten Cina sampai Bupati Yogyakarta.
Niken Wirasanti, arkeolog Universitas Gadjah Mada, dalam “Borobudur: Misteri Batu Tak Berujung” termuat di 200 Tahun Penemuan Candi Borobudur, menyebut entah bagaimana asalasulnya candi itu sudah bernama Borobudur. Begitu banyak misteri soal Borobudur hingga persoalan namapun telah banyak menarik perhatian para ahli dan pemerhati seni untuk menelusurinya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















