top of page

Welcome to Wrexham, Kisah Cinderella Si Naga Merah

Kisah klub bola yang lama “mati suri”. Bangkit kembali usai dipegang duet selebriti Hollywood.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Robert McElhenney III (kiri) dan Ryan Rodney Reynolds yang mengakuisisi Wrexham AFC pada 2020 (FX Networks)

16 Mei 2023
6 menit membaca

Diperbarui: 4 Jul

DI HADAPAN perwakilan Wrexham Supporters Trust, duet selebriti Hollywood Ryan Reynolds dan Rob McElhenney mengungkapkan alasan masing-masing mengapa ingin berinvestasi dan mengurusi Wrexham AFC, klub antah-berantah asal Wales. Alasan itu dikemukakan aktor asal Kanada dan Amerika Serikat (AS) tersebut dalam percakapan via Zoom medio November 2020 lalu.


McElhenney yang juga fans fanatik tim American football Philadelphia Eagles menjawab, ia merasa ada satu koneksi antara kota asalnya, Philadelphia, dengan kota Wrexham yang notabene sama-sama kota para kelas pekerja. Kemenangan susah payah Eagles pada Super Bowl 2017 menghadirkan kebahagiaan tak terkira bagi setiap warga Philadelphia. McElhenney ingin menghadirkan hal serupa bagi warga kota Wrexham.


“Mengapa Wrexham?” giliran Reynolds menjawab. “Kami percaya klub kalian adalah raksasa yang tertidur dengan cerita (sejarah) serta stadion dan fans yang luar biasa. Kami ingin Wrexham menjadi kekuatan global. Niat kami bukan untuk menjadikan Wrexham bagian dari cerita kami melainkan kami yang ingin menjadi bagian dari cerita Wrexham,” tukasnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page