top of page

Van Bengalen, Potret Para Budak dari Teluk Benggala

Arsip-arsip Belanda mencatat sejumlah budak yang dinamai Van Bengalen. Mereka diperbudak di Jawa, Afrika, hingga Eropa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kisah "Van Bengalen" atau para budak dari Teluk Benggala di pameran perbudakan yang dihelat di markas PBB (Rijksmuseum)

7 Mar 2023
7 menit membaca

Diperbarui: 11 Jul

SEJAK Desember 2022, isu perbudakan menggema lagi. Pemicunya, permintaan maaf Perdana Menteri (PM) Kerajaan Belanda Mark Rutte atas dosa-dosa negerinya di masa kolonial. Tak hanya di Karibia dan Amerika Selatan, PM Rutte juga mengakui dosa perbudakan Kongsi Dagang Hindia Timur, VOC, di Asia pada 250 tahun silam.


“Di Asia, antara 660 ribu dan lebih dari satu juta orang – kami belum tahu angka pastinya, diperdagangkan di dalam wilayah-wilayah kekuasaan Kongsi Dagang Hindia Timur. Angka ini sungguh luar biasa. Penderitaan manusia di baliknya bahkan tak bisa dibayangkan,” kata PM Rutte atas nama pemerintah Belanda, 19 Desember 2022.


Dalam rangka kelanjutan berbagi pengetahuan, Rijksmuseum dan pemerintah Belanda juga berkolaborasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghelat sebuah pameran bertajuk “Slavery: Ten True Stories of Dutch Colonial Slavery”. Pameran yang digelar pada 27 Februari-30 Maret 2023 di lobi tamu markas PBB di New York, Amerika Serikat itu menghadirkan 10 kisah yang diangkat dari beragam arsip PBB. Salah satunya tentang kisah sejumlah budak VOC yang dinamai “Van Bengalen”.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page