top of page

Ujung Dunia Sang Orator

Sukarno terasing dalam keheningan Ende. Sebuah kisah murung namun memberi semangat dan inspirasi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Baim Wong memerankan Sukarno dalam film Ketika Bung di Ende (2013).

6 Jun 2017
4 menit membaca

TIBA di Ende pada 14 Januari 1934 dengan kapal Van Riebek, tak ada yang menyambut kedatangannya. Hanya beberapa petugas kolonial dan polisi yang selalu menaruh curiga. Sukarno mulai menjalani masa pengasingan di Ende akibat aktivitas politiknya yang dianggap membahayakan pemerintah kolonial.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page