- 21 Sep 2020
- 5 menit membaca
Diperbarui: 16 Apr
USAI menggelar sebuah kebaktian umum di Buenos Aires pada suatu hari di bulan April 2005, Kardinal Jorge Mario Bergoglio (diperankan Jonathan Pryce) mendapat kabar Paus Yohanes Paulus II wafat. Ia pun bergegas menuju Vatikan untuk bergabung dengan 116 kardinal lain menghadiri Konklaf atau pemilihan paus baru di Kapel Sistina di Vatikan.
Bergoglio bersama Kardinal Joseph Ratzinger (Anthony Hopkins) dari Jerman jadi kandidat terkuat. Keduanya seolah jadi “pertarungan” gereja Katolik yang reformis dan konservatif. Saking sengitnya, pengambilan suara sampai harus dilakoni empat kali lantaran seorang kardinal baru bisa diputuskan menjadi paus jika mendapat sedikitnya 77 suara dari total 117 pemilih.
Kardinal Ratzinger akhirnya terpilih menjadi paus baru. “Hebemus Papam (Kita memiliki Paus)!” demikian pengumuman yang diterima ribuan umat Katolik yang menanti kabar di Lapangan Santo Peter usai melihat cerobong di atap Kapel Sistina mengeluarkan asap putih pertanda paus baru telah terpilih. Ratzinger kemudian keluar balkon dan menyapa umatnya sebagai paus baru dengan mengambil nama Benediktus XVI.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















