top of page

The Singing Commodore

Pendiri dan pemilik Irama Records, label rekaman pertama di Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 25 Apr 2014
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 18 Jul 2025

PENSIUN dari Angkatan Udara, Soejoso Karsono atau biasa dipanggil Oom Yos menyulap garasi rumahnya di Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, menjadi studio musik. Mula-mula dia bermusik bersama keluarga dan kawan-kawannya. Seiring waktu, dia melengkapi studionya dan pada 1954 mendirikan perusahaan rekaman Irama Records. Irama menjadi label rekaman pertama di Indonesia.


Di awal kiprahnya, Irama Records memproduksi album piringan hitam Sarinande (1956) buah karya The Progressief, band jazz yang digawangi Nick Mamahit (piano), Dick Abel (gitar), Dick van der Capellen (drum), dan Max van Dalm (bass). Album instrumentalia ini cukup mendapat tempat di hati pendengar. Dalam perjalanannya, Irama merekam hampir semua jenis musik. “Mulai dari jazz, rock ‘n roll, pop, keroncong, melayu, hingga gambang kromong,” tulis Theodore KS dalam Rock ‘n Roll Industri Musik Indonesia.


Suatu waktu Mas Yos mengunjungi perusahaan rekaman di Jepang, Amerika Serikat, Jerman Barat, dan Belanda. Selain mendapat pengetahuan soal rekaman musik, dia juga dipercaya mencetak dan mengedarkan piringan hitam di Indonesia. Dari pengalaman itu pula, tulis Theodore, Mas Yos terinspirasi memproduksi piringan hitam stereo pertama di Indonesia pada 1961. Dirilislah Semalam di Malaya, dengan iringan Orkes Studio Djakarta pimpinan Sjaiful Bahri.


Irama kemudian menelorkan album-album musik dari musisi papan atas Indonesia. “Bing Slamet dan Sam Saimun adalah andalan Mas Yos di samping penyanyi lainnya seperti Ratna, Heriati, serta ibu penyanyi Diah Iskandar, Coryati,” tulis Theodore.


Soejoso Karsono dijuluki The Singing Commodore. Dia lahir di Tanjung Pandan, Bangka Belitung, 18 Juli 1921. Adik perempuannya, Nien Karsono, dipersunting Jack Lesmana. Usai menyelesaikan studinya di sekolah dagang, Mas Yos menjadi codanco (komandan kompi) pada masa pendudukan Jepang. Setelah Indonesia merdeka, dia masuk AURI.


“Semasa menjadi penerbang,” tulis Theodore, “Mas Yos memuaskan hobi menyanyinya bersama grup musik Hawaiian Lieve Souveniers yang didirikan di Semarang.”


Setelah purnabakti dengan pangkat terakhir komodor pada 1952, Mas Yos mencurahkan hidupnya untuk mengembangkan Irama. Sayang, Irama gulung tikar pada 1967. Mas Yos lalu menjadi operator sekaligus penyiar radio amatir milik anaknya. Dia menamai radionya dengan nama putrinya: Elshinta. Radio ini kerap memutar lagu-lagu Hawaiian.


Mas Yos berduet dengan Hoegeng Imam Santoso, mantan Kapolri yang legendaris, memainkan musik Hawaiian di Elshinta. Bersama musisi lainnya, mereka lalu mendirikan grup musik The Elshinta Hawaiian Seniors. Setelah kurang lebih delapan tahun mengudara, Mas Yos mengundurkan diri sebagai pimpinan The Elshinta Hawaiian Seniors, digantikan Hoegeng. Kata “Elshinta” dihapus dan sejak 9 Maret 1976, grup musik itu bernama The Hawaiian Seniors. 


Setelah Elshinta berpindah tangan, Mas Yos mendirikan radio Suara Irama Indah, radio FM pertama di Indonesia –kemudian berubah jadi B-FM. Dua tahun kemudian, dia menghidupkan kembali Irama pada masa rekaman kaset.


Keranjingannya pada musik membuat Mas Yos merogoh kocek sendiri untuk membiayai grup jazz The Indonesian All Stars untuk berangkat ke Berlin Jazz Festival 1967 di Jerman Barat.

Mas Yos meninggal dunia di Jakarta, 26 Oktober 1984 pada usia 63 tahun.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Kelahirannya disambut gembira oleh kakeknya sebagai cucu pertama. Diberinya nama Sudiro yang berarti berani. Selamat dari wabah Flu Spanyol.
bg-gray.jpg
Jejak pertama Maria Ullfah di Batavia. Membawanya masuk ke gelanggang pergerakan nasional.
bg-gray.jpg
Kewarganegaraan anggota DPR dari kalangan minoritas, E.F. Wens, dipertanyakan. Memantik polemik hingga intrik internal dalam organisasi Indo.
bg-gray.jpg
Di masa tuanya, Henk Ngantung hidup memprihatinkan. Dikucilkan dan distigma PKI. Bahkan, pameran terakhir mantan gubernur DKI Jakarta ini diganggu aparat intelijen pemerintah.
Ryamizard dikenal sebagai jenderal TNI yang suka bicara blak-blakan. Di puncak kariernya, ia gagal menjadi panglima TNI.
Ryamizard dikenal sebagai jenderal TNI yang suka bicara blak-blakan. Di puncak kariernya, ia gagal menjadi panglima TNI.
“Lorem ipsum” yang bertahan berabad-abad, bermula dari karya filsuf Romawi Kuno, hingga kini tak tergantikan jadi elemen penting desain grafis.
“Lorem ipsum” yang bertahan berabad-abad, bermula dari karya filsuf Romawi Kuno, hingga kini tak tergantikan jadi elemen penting desain grafis.
Fenomena begal yang marak akhir-akhir ini ternyata sudah terjadi sejak masa Jawa Kuno. Pelakunya ada yang diberi hukuman mati.
Fenomena begal yang marak akhir-akhir ini ternyata sudah terjadi sejak masa Jawa Kuno. Pelakunya ada yang diberi hukuman mati.
Seratusan pekerja tambang dibunuh dan dimasukkan ke lubang oleh Jepang. Sisanya hidup dalam kelaparan dan penyakit.
Seratusan pekerja tambang dibunuh dan dimasukkan ke lubang oleh Jepang. Sisanya hidup dalam kelaparan dan penyakit.
Jusuf Randy dijuluki “raja komputer” yang sukses membangun bisnis kursus komputer di Indonesia. Namun, dia ditangkap polisi karena kasus penipuan.
Jusuf Randy dijuluki “raja komputer” yang sukses membangun bisnis kursus komputer di Indonesia. Namun, dia ditangkap polisi karena kasus penipuan.
Armada Vasco da Gama memblokade Laut Merah. Sebuah kapal dagang yang membawa ratusan rombongan haji dicegat, dijarah, dan dibantai.
Armada Vasco da Gama memblokade Laut Merah. Sebuah kapal dagang yang membawa ratusan rombongan haji dicegat, dijarah, dan dibantai.
transparant.png
bottom of page