top of page

Ternyata Patung di Mabes Polri Bukan Berwajah Gajah Mada

Pematung sudah menyelesaikan badan Gajah Mada, masalahnya mereka tidak tahu pasti bagaimana bentuk wajahnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Patung Gajah Mada (kiri), lambang Kepolisian Republik Indonesia, dan Moehammad Jasin (kanan), Bapak Brimob Indonesia..

28 Des 2015
2 menit membaca

Diperbarui: 2 Mei

DI MARKAS Besar Polri berdiri monumen Gajah Mada. Ternyata, patung itu hanya badan yang Gajah Mada, sedangkan wajahnya adalah Moehammad Jasin yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional tahun 2015.


Ceritanya bermula ketika Kepala Kepolisian Negara Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo menugaskan Komisaris Besar Raden Umargatab, kepala Pengawasan Aliran Masyarakat (PAM), untuk mencari pematung untuk membuat monumen patung Gajah Mada. Monumen ini akan ditempatkan di halaman depan Mabes Polri. Patung ini harus selesai dan diresmikan pada hari ulang tahun (HUT) Polri, 1 Juli 1962.


Pematung Catur Prasetya dibantu 30 orang pekerja berhasil menyelesaikan badan patung sebulan sebelum HUT Bhayangkara. Namun, kepalanya belum rampung karena, baik Umargatab maupun pematung tidak tahu pasti wajah Gajah Mada. Sedangkan upacara peresmian tinggal sepekan lagi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
Laporan tentang kekerasan terhadap perempuan terus meningkat tiap tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, tapi payung hukum belum ada.
Laporan tentang kekerasan terhadap perempuan terus meningkat tiap tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, tapi payung hukum belum ada.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
transparant.png
bottom of page