top of page

Sri Asih, Adisatria Pertama Indonesia dalam Komik dan Film

Dari komik, Sri Asih diangkat ke layar lebar pada 1950-an sebagai film adisatria pertama Indonesia. Kini diadaptasi lagi dengan kemasan modern.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Karakter adisatria Sri Asih yang untuk kedua kalinya diadaptasi ke layar perak (Twitter @BumilangitID)

  • 30 Mar 2023
  • 7 menit membaca

Diperbarui: 1 Jul

ALANA (diperankan Pevita Pearce) terpaksa pasrah. Di ronde ketiga pertarungan beladiri campuran melawan anak konglomerat-mafia, Mateo Adinegara (Randy Pangalila), ia diinstruksikan untuk mengalah demi bisa menyelamatkan sasananya.


Namun amarah Alana seketika meletup ketika melihat penganiayaan terhadap ibu angkatnya, Sarita Hamzah (Jenny Zhang), di luar arena. Angkara murka membuatnya kembali memberi perlawanan. Sebuah uppercut Alana lalu mengakhiri perlawanan Mateo yang terjengkang hingga tak sadarkan diri. Alhasil Jagau (Revaldo) sebagai tangan kanan mafia langsung memerintahkan anak buahnya menghabisi Sarita hingga mengalami koma.


Untuk 10-20 menit pertama sejak adegan pembuka, babakan di atas memang begitu kental nuansa action beladirinya. Padahal, sejatinya itu hanya pengantar dalam film pahlawan super bertajuk Sri Asih garapan sutradara Sartri Dania Sulfiati alias Upi. Film itu diadaptasi dari komik ciptaan Raden Ahmad Kosasih pada 1954.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page