top of page

Siapakah Sarinah?

Kisah seorang perempuan sederhana yang mendapatkan tempat istimewa dalam kenangan Presiden Sukarno.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno saat bertemu kembali dengan Sarinah. (ANRI).

  • 20 Jan 2021
  • 3 menit membaca

RABU, 13 Agustus 1948. Musso tiba di Yogyakarta. Tokoh penting kaum komunis Indonesia itu lantas berkunjung ke Gedung Agung dan disambut hangat oleh Presiden Sukarno. Selain bernostalgia mengingat masa-masa kos di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, mereka berdua juga terlibat pembicaraan serius mengenai jalannya revolusi Indonesia.


Setelah hampir dua jam berbicara, Musso pamit. Sukarno menahannya sejenak. Dia lantas memberikan sebuah buku yang ditulisnya sendiri. Judulnya: Sarinah. Menurut Fatmawati Sukarno, Si Bung sengaja memberikan buku tersebut agar Musso paham bahwa Sukarno tidak setuju terhadap garis politik PKI saat itu.


“Dalam buku Sarinah ada bab yang mengupas tugas rakyat dalam tahap-tahap revolusi yang berjudul: Kepada Bangsaku. Itu merupakan kritik terhadap politik PKI,” ungkap Fatmawati dalam Catatan Kecil Bersama Bung Karno Bagian I.


Sejatinya Sarinah bukanlah roman. Buku tersebut justru berisi berbagai teori dan pendapat bagaimana seharusnya seorang perempuan Indonesia berpikir dan bersikap. Sejenis penuntun bagi perjuangan kaum perempuan. Lantas siapakah Sarinah yang namanya ditabalkan pada kitab penting itu?


Dalam otobigrafinya, Bung Karno Penjambung Lidah Rakjat Indonesia (disusun oleh Cindy Adams), Sukarno mengungkapkan bahwa Sarinah adalah gadis pembantu keluarga orangtua-nya yang memiliki jasa besar ikut membesarkannya.


“Sarinah adalah bagian dari rumah tangga kami. Tidak kawin. Bagi kami, dia adalah seorang anggota keluarga kami. Dia tidur dengan kami, tinggal dengan kami dan memakan apa yang kami makan, akan tetapi dia tidak mendapat gaji sepeser pun,” ujar Sukarno.


Menurut Bung Karno, dari Sarinah-lah dia mengenal dan belajar tentang arti cinta kasih. Terutama yang terkait dengan kecintaan kepada rakyat jelata. Sukarno ingat saat memasak di gubuk kecil dekat rumah orangtuanya, Sarinah kerap berbicara kepada Sukarno kecil yang duduk di sebelahnya mengenai cinta kasih.


“Karno, yang utama kamu harus mencintai ibumu. Akan tetapi kemudian engkau harus mencintai rakyat jelata. Engkau harus mencintai manusia pada umumnya,” kata Sarinah.


Begitu dekatnya Sukarno dengan Sarinah hingga saat tidur pun, Sukarno kecil tak pernah bisa lepas dari perempuan sederhana tersebut. Ke mana pun Sarinah pergi, anak lelaki itu selalu menguntitnya.


“Bagiku dia adalah satu kekuasaan yang paling besar dalam hidupku,” ujar Sukarno.


Wajar saja jika saat dewasa, Sukarno tak pernah bisa melupakan sosok perempuan bersahaja itu.  Bahkan sebagai bentuk rasa terimakasihnya, Sukarno menabalkan namanya untuk buku yang ditulisnya dan obyek penting yang menjadi inspirasinya: Departement Store Sarinah yang merupakan pusat perbelanjaan termodern pertama yang ada di Asia Tenggara.


“Dari Mbok Sarinah, saya mendapat pelajaran untuk mencintai rakyat kecil. Dia sendiri memang “orang kecil” tapi memiliki jiwa yang besar,” tulis Sukarno dalam Sarinah: Kewadjiban Wanita dalam Perdjoangan Republik Indonesia.


Namun ada satu versi menarik mengenai figur Sarinah yang dituliskan oleh Lambert Giebels dalam Soekarno, Biografi 1901—1950. Menurut penulis sejarah asal Belanda tersebut, salah satu versi tentang asal-usul Sukarno menyebutkan bahwa Sarinah sejatinya adalah ibu kandung Sukarno sendiri.


Dalam versi itu, Sarinah mengandung Sukarno karena hubungan dekatnya dengan seorang karyawan perkebunan berbangsa Belanda. Versi lain malah menyebut orang Belanda itu adalah salah seorang pejabat tinggi atau seorang yang berdarah Indo.


“Sesudah Sarinah melahirkan anak majikannya, sepasang suami-isteri mengangkat bayi itu sebagai anak mereka sedangkan Sarinah sendiri menjadi pengasuh putranya sendiri,” tulis Giebels.


Sukarno sendiri bukannya tidak tahu soal beredarnya kisah itu di kalangan khalayak. Namun alih-alih menjadi tersinggung atau marah, kata Giebels, dia malah merasa geli, terutama terkait cerita darah Indo-nya yang dia anggap sebagai khayalan semata.


“Dia menjelaskan bahwa orang-orang Indo tidak bisa percaya bahwa presiden Indonesia yang penuh semangat, dinamis dan cepat berpikir adalah seorang (keturunan) pribumi sederhana,” ungkap Giebels.


Mengenai asal-usul Sarinah, Bung Karno sendiri tak pernah mengisahkan secara detil mengenai riwayat inang pengasuhnya di masa kecil itu. Yang jelas, hari ini di Pekuburan Rakyat Kelurahan Kepatihan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur terdapat sebuah makam tua yang di nisan-nya bertuliskan nama Sarinah. Disebutkan waktu meninggalnya: 28 Desember 1959.


Dalam sejarah Indonesia sendiri, dokumen orsinil mengenai Sarinah hanya terwakili oleh selembar foto milik Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Di foto tersebut terlihat Sarinah yang berusia saparuh baya lebih tengah dirangkul oleh Presiden Sukarno. Jika itu benar, maka bisa dipastikan gambar itu sepertinya diambil beberapa tahun sebelum Sarinah wafat.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
Itaewon berkembang dari “desa orang asing” menjadi “zona internasional”. Disebut sebagai pintu gerbang menuju dunia.
Itaewon berkembang dari “desa orang asing” menjadi “zona internasional”. Disebut sebagai pintu gerbang menuju dunia.
Siapa yang tak suka berwisata sambil menikmati sajian makanan khas. Di Indonesia, pusatnya ada di Banyuwangi.
Siapa yang tak suka berwisata sambil menikmati sajian makanan khas. Di Indonesia, pusatnya ada di Banyuwangi.
Sebagaimana Hendra/Ahsan, Christian Hadinata juara dunia tanpa disangka plus menorehkan rekor.
Sebagaimana Hendra/Ahsan, Christian Hadinata juara dunia tanpa disangka plus menorehkan rekor.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Dinas rahasia Inggris merekrut pengungsi-pengungsi Yahudi untuk menyadap obrolan para perwira Nazi.
Dinas rahasia Inggris merekrut pengungsi-pengungsi Yahudi untuk menyadap obrolan para perwira Nazi.
transparant.png
bottom of page