top of page

Sengkarut Drama Emma dalam Empat Musim

Drama klasik dari novel satir ternama yang diangkat ke layar lebar. Digarap secara otentik dan humanis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Untuk keempat kalinya "Emma" diadaptasi ke layar lebar dengan energi baru, serta lebih otentik dan humanis (Focus Features)

29 Mei 2021
7 menit membaca

Diperbarui: 14 Agu

AIR muka Nona Emma Woodhouse (diperankan Anya Taylor-Joy) begitu tenang pada suatu hari di musim gugur. Ia duduk dengan tubuh tegap sempurna di kursi terdepan sebuah gereja di Highbury, Inggris, di sisi ayahnya, Tuan Henry Woodhouse (Bill Nighy).


Namun, batinnya tengah dirundung mendung. Pasalnya, pengasuhnya sedari kecil, Nona Taylor (Gemma Whelan), akan menjalani pemberkatan pernikahan di altar gereja dengan Tuan Weston (Rupert Graves).


Untung kesedihan Emma yang ditinggal Nona Taylor tak berlangsung lama. Di musim yang sama, gadis jelita, pintar, dan kaya itu mendapat teman sekaligus pengasuh baru, Nona Harriet Smith (Mia Goth). Kepada Harrietlah Emma berbagi kesah dan keceriaan tentang kehidupan sosial dan asmara kalangan elit lingkungannya karena ibunya sudah meninggal sejak Emma masih kecil.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Bergabung dengan NATO bukan hanya jadi masalah buat Presiden Rusia Vladimir Putin. Tujuh puluh tahun silam, hal itu juga menjadi masalah warga Islandia.
Bergabung dengan NATO bukan hanya jadi masalah buat Presiden Rusia Vladimir Putin. Tujuh puluh tahun silam, hal itu juga menjadi masalah warga Islandia.
Bahu-membahu di bawah panji Unifikasi. Melebur jadi satu dengan menghayati lagu “Arirang”.
Bahu-membahu di bawah panji Unifikasi. Melebur jadi satu dengan menghayati lagu “Arirang”.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
Orang-orang Melanesia menyanyikan lament untuk bangkit dari duka. Menjadi sejarah lisan perjalanan manusia dalam mempertahankan hidup.
Orang-orang Melanesia menyanyikan lament untuk bangkit dari duka. Menjadi sejarah lisan perjalanan manusia dalam mempertahankan hidup.
Yang kita butuhkan, mungkin, bukan Nelson Mandela tapi kemauan dan keberanian untuk menebus dosa masa lalu dengan berbagai cara yang bisa memenuhi rasa keadilan.
Yang kita butuhkan, mungkin, bukan Nelson Mandela tapi kemauan dan keberanian untuk menebus dosa masa lalu dengan berbagai cara yang bisa memenuhi rasa keadilan.
transparant.png
bottom of page