top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Tiga Hari Tanpa Tempe

Sejarawan menyebut penemuan tempe adalah sumbangan Jawa pada seni masak dunia.

5 Nov 2012

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ibu Nani menjual tempe di Pasar Gandaria, Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

Diperbarui: 8 Jul 2025

PAGI itu, Jumadi, 30 tahun, asyik menghitung uang di kiosnya di pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Sementara seorang perempuan paruh baya awas mengamati dagangan Jumadi. Matanya menyisir lapak, mencari sesuatu di tumpukan sayuran. “Bang, tempenya mana?” tanya perempuan itu. Jumadi berhenti menghitung lalu berkata, “hari ini udah gak ada, bu. Kemarin masih ada kiriman,” kata Jumadi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Dari Brussel ke Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Raja dan Ratu Belgia dari berbagai masa punya cerita di Indonesia.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page