top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Sejarah Tahu, Tahu Sejarah

Tahu adalah kuliner tertua yang diperkenalkan orang Tionghoa di Nusantara. Ia menjadi penyelamat masyarakat Jawa di masa krisis asupan gizi.

9 Jan 2014

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Pedagang tahu di Pasar Gudang Lelang, Lampung, 2019. (Devi Puspita Amartha Yahya/Unsplash).

  • 10 Jan 2014
  • 2 menit membaca

Orang-orang Tionghoa datang ke Nusantara dengan membawa keterampilan kulinernya. Salah satu makanan yang paling awal diperkenalkan adalah tahu.


Sejarawan JJ Rizal mengungkapkan bahwa pada abad ke-10 orang-orang Tionghoa telah menyajikan tahu di Nusantara, meskipun terbatas di kalangan elite.


“Jadi tahu lebih tua daripada tempe dilihat dari masa mulai produksinya,” kata Rizal. 


Menurut Suryatini N. Ganie dalam Dapur Naga di Indonesia,tahu mempunyai sejarah panjang di Tiongkok, tempat asalnya sejak 3.000 tahun lalu. Teknologi pembuatan tahu secara cepat menyebar ke Jepang, Korea, dan Asia Tenggara.


Tetapi, kapan tahu mulai hadir di Nusantara tidak dapat ditentukan waktunya dengan tepat. Namun, orang Kediri mengklaim sebagai kota pertama di Nusantara yang mengenal tahu, yang dibawa tentara Kubilai Khan pada tahun 1292.


“Saat mengunjungi Kediri,” tulis Suryatini, “kamimendapati tempat berlabuhnya jung-jung Mongol di kota itu sampai hari ini masih disebut dengan Jung Biru. Armada ini mempunyai jung-jung khusus untuk mengurus makanan tentara, termasuk satu yang khusus untuk menyimpan kacang kedelai dan membuat tahu.”


Kata tahu sendiri, menurut Hieronymus Budi Santoso, berasal dari bahasa Tionghoa, yakni: tao-hu atau teu-hu. Suku kata tao/teu berarti kacang kedelai, sedangkan hu berarti hancur menjadi bubur.


“Dengan demikian secara harfiah, tahu adalah makanan yang bahan bakunya kedelai yang dihancurkan menjadi bubur,” tulis Hieronymus dalam Teknologi Tepat Guna Pembuatan Tempe dan Tahu Kedelai.


Pada abad ke-19, orang-orang Jawa dilanda krisis gizi yang luar biasa akibat penerapan sistem cultuurstelsel (Tanam Paksa). Hasil bumi dikuras untuk kepentingan kolonial sampai mereka sendiri kesulitan untuk makan. Saat itulah tahu muncul sebagai pangan alternatif.


“Menurut sejarawan Onghokham,” ungkap Rizal, “tahu bersama tempe, menjadi penyelamat orang-orang Jawa dari masa krisis asupan gizi.” 


Sampai sekarang, tahu menjadi makanan penting bagi orang Indonesia. Cara penyajiannya di tiap wilayah pun bervariasi. Meski begitu, ia tetap menjadi pangan yang populer dan dapat dinikmati kapan saja.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

John Lie Si Pelaut

John Lie Si Pelaut

Sejak kecil John Lie sudah akrab dengan air dan laut. Ia rela meninggalkan tempat kelahirannya demi menggapai cita-citanya menjadi pelaut.
Pangeran Andrew di Lingkaran Jeffrey Epstein

Pangeran Andrew di Lingkaran Jeffrey Epstein

Saat masih jadi anggota kerajaan, Pangeran Andrew kedapatan berpesta seks di Pulau Epstein. Ia diciduk polisi saat merayakan ultahnya yang ke-66.
Lika-liku Robert Duvall

Lika-liku Robert Duvall

Robert Duvall meninggal dunia. Selama hidupnya telah membintangi lebih dari 80 judul film dan puluhan serial televisi. Terpilih sebagai aktor terbaik Piala Oscar.
Tragedi Jago Kuntau Tangerang di Masa Revolusi

Tragedi Jago Kuntau Tangerang di Masa Revolusi

Encek Oh Yan dikenal sebagai ahli bela diri kuntau dan menguasai ilmu meringankan tubuh. Ia menjadi korban revolusi sosial yang menyasar Tionghoa di Tangerang.
Cerita Para Bintang Telenovela di Indonesia

Cerita Para Bintang Telenovela di Indonesia

Beberapa artis pemeran utama telenovela pernah berkunjung ke Indonesia. Disambut ribuan penggemarnya dan jadi kenangan tak terlupakan.
bottom of page