top of page

Richard Jewell dalam Kemelut Bom Olimpiade

Drama seorang satpam yang jadi pahlawan namun kemudian dijadikan tersangka. Korban permainan FBI dan media.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kisah Richard Jewell dalam penyelidikan FBI yang bocor ke media hingga kehidupannya hancur usai jadi pahlawan. (Warner Bros. Pictures).

  • 21 Apr 2021
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 10 Jul

SUATU hari pada 1986 di Kantor Biro Usaha Kecil Menengah (UMKM) kota Atlanta, Georgia, Richard Jewell (diperankan Paul Walter Hauser) melakoni rutinitasnya sebagai karyawan toko alat tulis kantor (ATK). Ketika bekerja itulah ia tak sengaja menguping pembicaraan telepon dengan nada tinggi dan kasar seorang staf legal, Watson Bryant (Sam Rockwell).


Alih-alih tersinggung ketika pembicaraannya didengar, Watson justru menghargai kejujuran Richard. Keduanya lalu menjalin persahabatan baik yang satu dekade berselang akan sangat berpengaruh pada sebuah kejadian yang menimpa Richard.


Alur cerita beralih ke 10 tahun kemudian ketika Watson sudah membuka firma hukum sendiri. Kala itu Richard menjadi satpam di Centennial Olympic Park, taman di bawah naungan Komite Olmpiade Atlanta (ACOG) yang menggelar beragam agenda acara hiburan dalam rangka meramaikan Olimpiade Atlanta 1996.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
Artikel Suwardi sangat menyinggung pemerintah kolonial. Mereka pun langsung mengerahkan polisi untuk memeriksa Suwardi dan rekan-rekan perjuangannya.
Artikel Suwardi sangat menyinggung pemerintah kolonial. Mereka pun langsung mengerahkan polisi untuk memeriksa Suwardi dan rekan-rekan perjuangannya.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Meski sarat gimmick, film Shazam! Fury of the Gods tetap menyajikan keluguan remaja yang menyimpan kekuatan para dewa Yunani.
Meski sarat gimmick, film Shazam! Fury of the Gods tetap menyajikan keluguan remaja yang menyimpan kekuatan para dewa Yunani.
transparant.png
bottom of page