- 8 Des 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 20 Apr
BAGIAN hulu atau gagangnya berlapis emas dengan taburan bebatuan permata. Ukirannya menggambarkan sosok Batara Bayu atau Dewa Bayu sang penguasa angin penangkal kejahatan. Sementara, bilah bergelombangnya berbahan nikel, sedangkan warangka atau sarung kerisnya berbahan kayu berlapis ukiran keemasan. Ciri-cirinya begitu khas menggambarkan keris pusaka asal Klungkung, Bali.
“Kris buitgemaakt bij Klungkung” (keris yang diambil di Klungkung), begitu tajuk laporan provenance research atau penelitian asal-usul atas konfirmasi artefak tersebut dari Comissie Koloniale Collecties dengan nomor advies I-2023-2 yang diterima Historia. Keris pusaka Klungkung itu jadi satu dari 472 objek bersejarah yang direpatriasi dari Belanda. Serah terimanya sudah diresmikan Menteri Muda urusan Kebudayaan dan Media Belanda Gunay Uslu dan Dirjen Kebudayaan RI Hilmar Farid di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda, pada 10 Juli 2023.
Provenance research-nya dilakukan bersama antara para pakar yang mewakili pemerintah Belanda dan Tim Repatriasi Koleksi Asal Indonesia di Belanda di bawah naungan Ditjen Kebudayaan, Kemendikbudristek RI. Seiring pemulangan satu persatu artefak itu, beberapa di antaranya diperlihatkan kepada publik dalam pameran “Repatriasi: Kembalinya Saksi Bisu Peradaban Nusantara” di Galeri Nasional, Jakarta, kurun 28 November-10 Desember 2023. Keris Klungkung termasuk yang dipamerkan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















