top of page

Pramugari yang Menolak Cinta Sukarno

Tak semua perempuan yang ditaksir Presiden Sukarno menerima cintanya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Irma Ottenhoff ditaksir Bung Karno saat menjadi pramugari Dolok Martimbang. (Kartini, 6-19 Agustus 1979).

11 Apr 2018
2 menit membaca

IRMA Ottenhoff Mamahit sangat gembira kala dia diterima sebagai pramugari pesawat kepresidenan pertama Indonesia, Dolok Martimbang, pada awal 1960.


Untuk menjadi pramugari di pesawat VVIP Skadron 17 AURI itu tak mudah. Irma harus melewati serangkaian seleksi. Bila diterima, para calon awak pesawat akan bertemu dengan Presiden Sukarno.


Suatu hari, setelah diterima sebagai pramugari, Irma menghadap Bung Karno. Dia memakai kain kebaya. Bung Karno melontarkan pujian.


“Irma, kau cantik sekali. Selalu kau pakai kain kebaya, dan pakaian nasional itu membuat pribadimu tampak lebih cantik,” kata Bung Karno, ditirukan Irma, dalam wawancaranya kepada Kartini edisi 6-19 Agustus 1979.


Bung Karno bahkan menyempatkan membungkuk dan membenahi wiru kain yang dipakai Irma. Lagi-lagi, Bung Karno melontarkan pujiannya.


“Saya senang keindahan. Wanita harus selalu rapi, karena inilah yang mencuatkan kepribadian,” ujar Bung Karno.


Kerap bertemu saat di udara, rupanya membuat Bung Karno jatuh cinta pada Irma. Bung Karno bahkan mengganti nama tengah Irma –Ottenhoff– yang dianggapnya kebarat-baratan menjadi Hidayana, akronim dari “taufik hidayah Tuhan”.


Irma ternyata tak menaruh perasaan lebih kepada Bung Karno. Dia mengatakan, lelaki berusia sebaya ayahnya tak menarik hatinya. Irma juga menganggap, bila mencintai Bung Karno, dia akan menyakiti hati perempuan lain yang menjadi istri-istrinya.


Bung Karno menghargai sikap Irma.


Bung Karno Murka

Namun tak lama Irma terpikat oleh seorang duda yang usianya terpaut jauh darinya. Masih menurut Kartini, lelaki tersebut berlawanan politik dengan Bung Karno. Sayangnya, Irma tak menyebut nama suaminya itu dan lawan politik seperti apa yang dimaksud.


Mendengar hal ini, Sukarno murka. Irma diperintahkan menghadap ke Istana.


“Irma, kau tolak cintaku, karena umurku. Kenapa kau kawin dengan dia yang seumur aku pula?” ujar Bung Karno.


Tak lama setelah menikah, suami Irma ditahan selama enam bulan. Lagi-lagi, Irma tak menjelaskan pula perihal kasus apa suaminya ditahan.


Irma menghadap Bung Karno. Meminta pertolongan.


Bung Karno memaklumi hal ini. Dia mengizinkan Irma untuk menjumpai suaminya di penjara. Tapi Bung Karno memberikan syarat agar Irma mengawasi dan menjamin suaminya.


Rumah tangga Irma tak bertahan lama. Mereka bercerai. Irma kemudian menikah kembali dengan seorang pegawai Hotel Indonesia.


Pramugari Lain

Selain Irma, Bung Karno pernah jatuh cinta pada pramugari Garuda Indonesia yang kemudian diminta bertugas di pesawat kepresidenan Dolok Martimbang, yakni Kartini Manoppo. Kata Irma, Kartini merupakan kawannya. Mereka pun sering terbang bersama.


Irma tahu, antara Bung Karno dan Kartini ada sesuatu. Gelagat itu terlihat. Jika istri Bung Karno naik pesawat, Kartini tak pernah ikut terbang. Namun Irma tak tahu apakah Kartini menikah dengan Bung Karno atau tidak.


Menurut Reni Nuryanti dalam bukunya Perempuan dalam Hidup Sukarno, Bung Karno melihat wajah Kartini melalui lukisan Basuki Abdullah yang dipamerkan pada 1959. Kartini merupakan model lukisan Basuki. Kartini pertama kali berkenalan dengan Bung Karno ketika penerbangan ke Surabaya. Kartini kemudian dinikahi Bung Karno.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Tim Garuda Muda tengah “menyala”. Harapan kembali ke pentas olimpiade terbuka lebar setelah absen nyaris tujuh dekade di cabang sepakbola.
Tim Garuda Muda tengah “menyala”. Harapan kembali ke pentas olimpiade terbuka lebar setelah absen nyaris tujuh dekade di cabang sepakbola.
Solidaritas yang dibangun melalui sentimen rasialis dan keagamaan serta perasaan paling unggul dari yang lain semakin menggejala. Celakanya, ia ada peminatnya.
Solidaritas yang dibangun melalui sentimen rasialis dan keagamaan serta perasaan paling unggul dari yang lain semakin menggejala. Celakanya, ia ada peminatnya.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
 Mick dan Michael Schumacher memperpanjang daftar ayah-anak yang menjadi pembalap di F1.
Mick dan Michael Schumacher memperpanjang daftar ayah-anak yang menjadi pembalap di F1.
Superhero perempuan tangguh dari semesta Marvel. Membawa agenda pemberdayaan perempuan.
Superhero perempuan tangguh dari semesta Marvel. Membawa agenda pemberdayaan perempuan.
Tema budaya bahari dipilih untuk mengingatkan bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan dan laut sebagai penghubungnya.
Tema budaya bahari dipilih untuk mengingatkan bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan dan laut sebagai penghubungnya.
transparant.png
bottom of page