top of page

Pram dan Arsipnya

Beragam catatan pribadi Pramoedya Ananta Toer dipamerkan. Banyak yang belum diketahui khalayak.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 20 Apr 2018
  • 3 menit membaca

“Bung Pram ytt. Dengan ini aku menyampaikan bahwa aku dan keluarga sehat-sehat saja. Aku harap kau begitu juga. Anak-anak sekarang sudah besar-besar dan Yudi pun sudah agak tinggi dan cukup nakal. Sekarang tambah hitam karena sehari-hari main layang-layang. Sekian dahulu Pram. Peluk cium untuk kau dari keluarga”.


Tulisan di atas adalah surat Maemunah Thamrin, istri sastrawan Pramoedya Ananta Toer, tanggal 16 Februari 1971. Pada bagian amplop, tertera stempel Instalasi Rehabilitasi Pulau Buru.


Pram ditangkap tahun 1966 kemudian dipenjara –tanpa proses pengadilan– di Pulau Buru, wilayah kepulauan Maluku. Dia menjadi tahanan politik bersama sekira 10.000 orang. Pram baru bebas pada 28 September 1979.


Surat tersebut bagian dari pameran arsip dan catatan bertajuk “Namaku Pram” di kafe galeri Dia.Lo.Gue. Pameran yang dihelat hingga 20 Mei 2018 mendatang menampilkan puluhan surat, arsip, dan memorabilia milik Pram yang jarang diketahui khalayak.


Menampilkan secara gamblang surat-surat pribadi seorang mantan tahanan politik Orde Baru bukan perkara mudah. Perlu kepercayaan dari keluarga Pram.


“Bukan sesuatu yang mudah. Sebuah tanggung jawab yang besar. Saya mengenal keluarga Pak Pram sejak 2005 dan menjalin silaturahmi yang baik. Saat terlibat di pertunjukan Nyai Ontosoroh dan tak henti saya merasa memiliki sudut pandang dan pilihan hidup seperti beliau. Nah, kemudian di pertunjukan yang lalu, Bunga Penutup Abad, adaptasi Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa. Saat itu saya main ke perpustakaannya. Wah, haru saya. Dia pencatat terbaik. Dari situ, saya berkeinginan menampilkan karya-karya tersebut jika pementasan itu sukses. Ternyata sold out. Dan saya berkewajiban menunaikan nazar itu,” ujar aktris Happy Salma, inisiator pameran, kepada Historia.


Happy pun melakukan pendekatan yang lebih intens dengan Astuti Ananta Toer, putri sulung Pram. Sembari itu, Happy menggandeng rekannya yang lain, Engel Tanzil dari kafe galeri Dia.Lo.Gue.


“Kami bertemu dengan mbak Astuti. Memang mulanya percaya. Ada kecurigaan. Tapi dengan ketekunan, kita persiapan dua tahun, ya ,” ujar pendiri Titimangsa Foundation, sebuah yayasan nirlaba yang bergerak di bidang seni pertunjukan.


Setelah melewati tahap yang panjang, mulailah pengkurasian. Happy sadar, pameran untuk Pram ini harus digarap oleh orang-orang yang mumpuni. Dia pun menunjuk Danny Wicaksono sebagai kurator pameran.


“Saya diajak bergabung Januari kemarin. Tidak ada kesulitan tentang bahan pameran. Cuma memang perlu berhati-hati, mana yang perlu dikeluarkan, mana yang tidak. Dilihat dari apa yang akan disampaikan,” ujar arsitek pendiri Studio Dasar.


Danny membagi pameran arsip Pram ini menjadi beberapa kelompok yaitu bagian perjalanan hidup, ruang arsip, kantor/ruang kerja, dinding memorabilia, wajah buku, taman kata, dan video. Pada bagian dinding memorabilia, terdapat 21 lukisan tentang Pram yang berasal dari beberapa kawannya. Kemudian pada bagian wajah buku, termuat 34 buku karya Pram dalam berbagai bahasa.


Yang menarik adalah bagian surat-surat pribadi Pram dan kerja besarnya yang bernama Ensiklopedi Citra Indonesia (ECI). Dalam naskah ECI misalnya, Pram menulis sosok Jos Cleber, aransemen lagu pada 1950-an. Dalam tulisan tangan itu, Pram menyebut Jos Cleber sebagai “seorang pemusik kelahiran Yugoslavia yang kemudian meninggalkan negerinya, menanggalkan kewarganegaraannya. Sejak itu menjadi seorang kosmopolit tanpa kewarganegaraan. Tahun 50 mendapat kepercayaan untuk memimpin orkes radio Jakarta”.


Inti dari pameran ini, menurut Danny, adalah menampilkan sisi lain dari Pram, khususnya tentang kerja-kerja intelektual yang belum banyak diketahui publik.


“Inginnya, generasi sekarang atau siapa pun bisa melihat ini. Bahwa pencapaian kekaryaan dan dedikasi seseorang itu berawal dari proses,” ujar Happy.


Tarian jemari Pram di atas tiga mesin tik, semalam (19/04), seperti hadir kembali. Suasana ini diciptakan oleh duo John David dan Adra Karim yang khusus mendedikasikan karya musik mereka bertajuk Tiga dari Lima kepada sosok Pramoedya Ananta Toer.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
transparant.png
bottom of page