top of page

Pesona Nasi Goreng

Sejarah nasi goreng bermula dari sisa makanan semalam yang sayang jika terbuang. Ia menjadi salah satu penganan pilihan dari Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pedagang nasi goreng. (Nugroho Sejati/Historia.ID).

28 Jul 2017
4 menit membaca

Diperbarui: 24 Apr

LOUISA Johanna Theodora Wieteke van Dort kena imbas hubungan Indonesia-Belanda yang memanas akibat konflik Irian Barat pada 1957. Perempuan kelahiran Surabaya itu terpaksa angkat kaki dari tanah kelahirannya dan pulang ke negeri leluhurnya, Belanda.


Setibanya di Den Haag, Wieteke berkeluh kesah. Dia tak pernah menyangka iklim di Belanda begitu dingin. Namun yang paling buruk di sana adalah makanannya. Lebih buruk daripada makanan yang didapatnya dalam kapal selama perjalanan menuju Eropa.


“Benar-benar payah!” ungkap Wieteke merujuk makanan Belanda. “Beri saja aku nasi goreng dengan omelet (telur dadar),” demikian harapannya.


Selama bertahun-tahun, Wieteke tak bisa melupakan kelezatan nasi goreng. Makanan berbahan pokok beras disertai aneka bumbu itu masih terasa lekat dalam dekapan lidahnya. Pada 1979, Wieteke yang kemudian kondang sebagai aktris kabaret menyalakan kerinduannya lewat sebuah lagu berjudul “Geef Mij Maar Nasi Goreng” (Beri Saja Aku Nasi Goreng).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Inilah Piala Dunia, hajatan sepakbola sejagat yang selalu ditunggu. Di luar lapangan hijau ada drama-drama yang tak kalah menarik.
Inilah Piala Dunia, hajatan sepakbola sejagat yang selalu ditunggu. Di luar lapangan hijau ada drama-drama yang tak kalah menarik.
Sebuah ibukota di Skandinavia jadi jembatan politik Amerika-Rusia. Dipilih karena kenetralannya sejak Perang Dingin.
Sebuah ibukota di Skandinavia jadi jembatan politik Amerika-Rusia. Dipilih karena kenetralannya sejak Perang Dingin.
Murid memang tak melulu mesti seiring sejalan dengan guru. Sudah sejak lama orang-orang mengatakan, guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
Murid memang tak melulu mesti seiring sejalan dengan guru. Sudah sejak lama orang-orang mengatakan, guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
transparant.png
bottom of page