top of page

Para Pramugari Garuda di Sisi Sukarno

Bung Karno pernah jatuh hati kepada beberapa pramugari. Ada yang menolak namun ada pula yang berhasil diperistri. Siapa saja mereka?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bung Karno bersama Kartini Manoppo (tengah), Irma Ottenhof (kiri), dan Baby Huwae (kanan). (Ilustrasi: Fernando Randy/Historia.)

14 Des 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 1 Apr

KECANTIKAN dan aura pramugari memang bisa mempesona siapa saja. Karyawati yang menjadi kru pesawat ini dilatih untuk melayani penumpang. Selain piawai melayani penumpang, pramugari juga dituntut berpenampilan menarik. Bertubuh jenjang semampai, pintar, mampu berbahasa asing, dan jago berdandan biasanya kualifikasi yang harus dimiliki setiap pramugari. 


Figur sekaliber Presiden Sukarno pun pernah kecantol dengan pramugari. Perempuan itu bernama Kartini Manoppo, gadis asal Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Pertemuan pertama Sukarno dan Kartini Manoppo berlangsung di atas udara dalam suatu penerbangan pada 1958.


Bung Karno menumpang pesawat Garuda menuju Malang untuk meresmikan proyek pabrik tenun di Batu Ceper. Di saat yang sama, Kartinilah yang menjadi pramugarinya. Tiada kesan istimewa dalam pandangan pertama, kecuali Kartini mendapat kenang-kenangan berupa sehelai kain tenun Malang dari Bung Karno usai penerbangan itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Mengunjungi Gereja Sacrè-Coeur di Paris. Sebuah monumen peringatan untuk dua peristiwa yang memukul kaum Katolik Prancis.
Mengunjungi Gereja Sacrè-Coeur di Paris. Sebuah monumen peringatan untuk dua peristiwa yang memukul kaum Katolik Prancis.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Mewarisi ambisi JFK mendaratkan manusia di bulan 50 tahun lalu, Donald Trump terobsesi memasang bendera di Mars.
Mewarisi ambisi JFK mendaratkan manusia di bulan 50 tahun lalu, Donald Trump terobsesi memasang bendera di Mars.
Penggunaannya untuk komunikasi telah ada sejak ribuan tahun silam. Di masa modern, merpati tetap jadi pilihan.
Penggunaannya untuk komunikasi telah ada sejak ribuan tahun silam. Di masa modern, merpati tetap jadi pilihan.
transparant.png
bottom of page