top of page

Hikayat Setusuk Sate

Sate populer sejak sekira abad ke-19. Dijajakan di jalanan hingga menjadi menu wajib di meja makan orang Eropa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pedagang sate di pinggir jalan. (Wereldmuseum Amsterdam/Wikimedia Commons).

4 Mei 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 16 Feb

SEHARI usai Proklamasi, dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Sukarno terpilih sebagai presiden pertama Indonesia. Lepas sidang, dengan berjalan kaki, Sukarno pulang ke rumahnya di Jalan Pegangsaan. Di jalan, dia bertemu dengan tukang sate pinggir jalan. Lalu, meluncurlah perintah pertamanya sebagai presiden: “Sate ayam lima puluh tusuk.”


Tanpa sungkan, dengan berjongkok di dekat got dan tempat sampah sebagaimana orang kebanyakan, Sukarno melahap sate pesanannya. “Itulah seluruh pesta perayaan terhadap kehormatan yang kuterima,” kata Sukarno dalam otobiografinya, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.


Sate terbilang makanan populer sejak dulu. Dari pedagang kaki lima hingga restoran menyajikan menu sate. Pada 2011 dalam survei CNN Go sate menempati urutan 15 sebagai World’s 50 most delicious foods. Dalam jajak pendapat pembaca oleh lembaga yang sama sate juga masuk dalam delapan jajanan kaki lima terfavorit di dunia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page