top of page

Menghitung Lelembut di Jawa

Suluk ini memuat nama-nama dhanyang, roh penunggu atau pelindung daerah-daerah di Jawa. Siapa dhanyang daerahmu?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi sesajen di pohon besar di Kawali. (Wereldmuseum Amsterdam).

29 Jun 2024
2 menit membaca

Diperbarui: 26 Jun

MOHON dimaafkan hamba hendak menghitung, makhluk halus di Nusa Jawa, yang menjadi penjaga setiap kota, para raja makhluk halus, besar kegunaannya, jika bisa mengingatnya satu per satu, mampu untuk menolak ilmu hitam, bisa dibuat membantu kesembuhan yang sakit karena guna-guna, pohon dan tanah yang angker akan jadi tawar.


Begitulah bait pembuka dari 26 bait dari apa yang dinamakan Suluk Plencung. Suluk ini sudah lama tak dilantunkan.


“Dituliskan pada era Sultan Agung. Suluk ini dilagukan dengan Sinom, itu berarti ditujukan kepada Sunan Giri, sebagai wali tertua,” ujar Herman Sinung Janutama, peneliti manuskrip kuno dari Yogyakarta.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page